Cara Unik Melawan Covid-19: Dari Pelacakan Klaster, Tembak Mati hingga Mengundur Cuti Bersama

Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (LABKESDA) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020). Foto: Antara/Fauzan
Oleh: Azhar Azis
Indonesiainside.id, Jakarta – Seperti negara lain di dunia, negara-negara di Asia Tenggara tengah berperang melawan epidemi Covid-19. Seluruh pemimpin negara di kawasan ini meminta warganya tetap tinggal di rumah, bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.
Menjaga jarak fisik, mencegah kerumunan, pakai masker, dan cuci tangan, juga menjadi standar kesehatan di masing-masing negara, agar tidak tertular virus corona jenis baru atau Covid-19. Di samping itu, ada cara-cara unik di masing-masing negara dalam perang melawan virus mematikan asal Wuhan, Cina, itu.

Berikut ini cara masing-masing negara menanggulangi penyebaran Covid-19, dilansir dari Anadolu Agency:

Telusuri dan Isolasi

Singapura menjadi negara di Asia Tenggara yang paling bergerak cepat menghadapi pandemi Covid-19. Hanya butuh dua jam bagi Singapura untuk mengungkap bagaimana rincian pasien tertular dan siapa saja orang-orang di sekitarnya yang berpotensi terinfeksi.

Setelah itu, pasien positif Covid-19 dirawat di rumah sakit, dengan sistem kesehatan masyarakat yang telah mapan selama bertahun-tahun. Sementara orang-orang yang berpotensi terinfeksi wajib menjalani karantina mandiri di tempat tinggal masing-masing.

Singapura mengerahkan polisi dan memanfaatkan layanan keamanan untuk menjamin warga tetap tertib dalam karantina mandiri. Ada ribuan warga yang harus menjalani karantina. Mereka terancam dakwaan pidana jika melanggar perintah itu.

Selain itu, Singapura juga melakukan tes diagnostik Covid-19 secara massif, dengan kapasitas lebih dari 2.000 orang per hari. Negara berpenduduk 5,7 juta ini rentan terpapar dengan cepat karena menjadi destinasi warga Cina untuk berlibur selama musim Imlek. Makanya, sejak akhir Januari, Singapura melarang wisatawan asal Cina masuk ke negara itu.

Perintah Tembak Mati di Filipina

Filipina menjadi negara di Asia Tenggara dengan jumlah infeksi Covid-19 terbanyak, yaitu 5.453 kasus. kemudian disusul Indonesia dan Malaysia. Di Filipina, ada 5.453 kasus, 349 meninggal, dan 353 sembuh. di Indonesia, dari 5.136 kasus, sebanyak 469 meninggal dan 446 sembuh.
Sementara Malaysia, ada 5.072 kasus, 83 meninggal, dan 2.647 sembuh.

Untuk mencegah penyebaran lebih luas di Filipina, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menetapkan karantina di Pulau Luzon, pulau terbesar di mana ibu kota Manila dan wilayah terpadat Kota Quezon berada.

Duterte bahkan sempat memerintahkan polisi dan militer untuk menembak mati warga yang menggelar protes karena tidak meratanya distribusi bantuan makanan di Kota Quezon selama karantina wilayah.

“Jika ada konflik dan membahayakan hidup Anda, tembak mati saja,” ujar Duterte.

Meski begitu, Istana Malacanang mengklarifikasi bahwa pernyataan Duterte itu sebatas ungkapan hiperbola, untuk menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menghadapi persoalan pandemi ini. Sementara karantina wilayah di Luzon berakhir pada 30 April.

Perintah Kontrol Gerakan di Malaysia (MCO)

Di Malaysia, kasus infeksi Covid-19 melonjak tajam setelah tabligh akbar yang melibatkan lebih dari 12.000 orang dari berbagai negara digelar di masjid jamik di Sri Petaling, Kuala Lumpur. Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menerbitkan Perintah Kontrol Gerakan (MCO).

Karantina wilayah itu terus diperpanjang hingga 28 April. “MCO membantu petugas kesehatan mengatasi penyebaran infeksi, tapi kita harus siap menghadapi situasi ini cukup lama,” kata Muhyiddin.

Dia memperkirakan wabah ini akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Setelah empat pekan MCO berlaku, para ahli belum melihat puncak kasus infeksi Covid-19 di Malaysia.

Mereka memperkirakan angka sebenarnya lebih tinggi empat hingga 10 kali lipat dibandingkan hasil hitungan resmi pemerintah, karena ada kasus infeksi tanpa gejala dan Malaysia tak melakukan tes massal agresif sejak awal seperti yang terjadi di Korea Selatan.

Bahkan ahli epidemiologi medis dan biostatistik Universitas Putra Malaysia Prof Dr Malina Osman memperkirakan Malaysia akan menghadapi gelombang ketiga kasus baru, dengan munculnya kasus dari subklaster baru, mereka yang kembali dari luar negeri, pengungsi atau negara tetangga.

Menggeser Cuti Bersama Idul Fitri di Indonesia

Indonesia menjadi negara yang rentan penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta. Sementara fasilitas kesehatan yang memadai hanya ada di kota-kota besar.

Demi mencegah penyebaran lebih luas, pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Jakarta, berlaku hingga 24 April.  “Ini bisa diperpanjang sesuai kebutuhan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Aneis Baswedan.

Dengan PSBB itu, pemerintah mengerahkan polisi di puluhan titik perbatasan Jakarta, untuk memastikan setiap pengendara yang masuk dari luar daerah tetap menggunakan masker dan menjaga jarak sosial.

Kebijakan PSBB itu kemudian diperluas ke daerah-daerah penyangga Jakarta seperti Tangerang, Bogor dan Depok. Kemudian, Pekanbaru, Riau. daerah lain lain masih menunggu putusan dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, seperti PSBB untuk sebagian wilayah di Sulsel.

Cara unik Indonesia untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah mencegah warga mudik seiring bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Yang paling unik lagi, pemerintah menggeser jadwal cuti bersama dari Mei menjadi Desember.

Kebijakan pemerintah Indonesia dianggap kurang tegas karena pemerintah hanya mengimbau, tidak melarang mudik. Larangan mudik hanya berlaku bagi pegawai negeri di pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Mudik adalah tradisi Indonesia di mana para pekerja urban kembali dari kota besar ke kampung halaman untuk menyambut hari raya bersama keluarga. Adapun kebijakan menggeser cuti bersama Idul Fitri ke akhir tahun, sepertinya pemerintah berharap agar mudik bisa berpindah dari masa Lebaran ke akhir tahun, bersamaan dengan mudik Natal dan Tahun Baru. (Aza/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here