WHO: Pelonggaran Kuncian Bisa Menyebabkan Lonjakan Covid-19 yang Baru

Dr Melita Vujnovic, yang mewakili WHO di Rusia (RT)

Indonesiainside.id, Moskow – WHO telah memperingatkan negara-negara di dunia untuk berlakukan kewaspadaan ekstrem ketika mereka mulai melonggarkan pembatasan mereka. Karena hal itu diprediksi bisa memicu lonjakan Covid-19 yang baru.

Dr Melita Vujnovic, yang mewakili WHO di Rusia, mendesak negara-negara untuk meningkatkan respons kesehatan publik mereka, memastikan mereka dapat mengidentifikasi kasus baru, melacak dan mengisolasi semua kontak, yang dapat membantu menghindari gelombang kedua wabah.

“Saya percaya bahwa mungkin ada lonjakan dalam kasus Covid-19, tetapi semoga kita mampu menanggapinya lebih cepat, dengan semua pengalaman yang kita miliki, selama empat bulan terakhir,” kata Dr Vujnovic kepada RT ketika ditanya tentang dampak pencabutan secara bertahap.

Jumlah kasus infeksi virus corona di Rusia tiba-tiba melonjak Minggu ini, seiring dengan pelonggaran kuncian untuk semua sektor ekonomi di Negara itu. Negara terbesar di dunia secara geografis itu melompat ke urutan kedua untuk jumlah kasus Covid-19 terbanyak, setelah Amerika Serikat (AS).

Presiden Rusia, Vladimir Putin pun terjebak antara menyelamatkan pengangguran yang meningkat dan ekonomi yang hancur, dan diperburuk oleh penurunan harga minyak, atau mengelola dampak publik dari tingkat infeksi yang cepat naik.  Dia memerintahkan pelonggaran kuncian, menandakan bahwa periode tidak bekerja nasional akan berakhir untuk seluruh negara dan untuk semua sektor ekonomi. Pekerja konstruksi dan pabrik diizinkan melanjutkan pekerjaan.

Menurut Dr Vujnovic, negara harus mampu dengan cepat mengidentifikasi dan mengkarantina wilayah hotspot virus corona, alih-alih membuat seluruh masyarakat mereka terkunci. Tetapi orang-orang harus menerima kenyataan baru ini agar dapat berfungsi.

“Kewaspadaan diperlukan, karena virus yang telah menginfeksi 4,3 juta manusia dan membunuh hampir 300.000 orang di seluruh dunia tidak hilang, dan tetap sangat menular.” Pungkasnya. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here