Biden Menentang Pencaplokan Ilegal Tepi Barat oleh Israel

Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden

Indonesiainside.id, Washington DC – Calon presiden Amerika Serikat (AS), dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengumumkan bahwa ia menentang pencaplokan ilegal Israel atas wilayah Tepi Barat. Ia mengatakan langkah seperti itu akan melemahkan prospek perdamaian.

Berbicara di acara penggalangan dana, Biden bersumpah untuk tidak menyetujui pencaplokan permukiman Tepi Barat. Ia beejanji jika menjadi presiden pemerintahannya tidak akan memberi Israel lampu hijau atau mengakui tindakan ilegal itu.

“Saya tidak mendukung pencaplokan,” katanya. “Israel perlu menghentikan ancaman aneksasi dan menghentikan aktivitas penyelesaian karena itu akan mencabut harapan perdamaian.”

Namun, Biden menjelaskan bahwa ia menentang seruan politisi Demokrat lainnya, termasuk Bernie Sanders, untuk mempertimbangkan kembali bantuan militer ke Israel karena mau mencaplok Tepi Barat. Biden menyebut ide itu sebagai tidak bertanggung jawab, dia mengatakan akan berkomitmen untuk keamanan Israel jika dia terpilih sebagai presiden AS.

Dilansir dari The New Arab, para pejabat Israel berusaha untuk mempercepat pengakuan aneksasi sebelum pemilihan AS, yang akan berlangsung pada 3 November.

Duta besar Israel untuk Washington Ron Dermer mengatakan kepada para pejabat AS bahwa sekutu perlu bergerak maju dengan pencaplokan sekarang karena kita tidak tahu apa yang bisa menjadi hasil dari pemilihan Presiden pada bulan November. “Joe Biden mungkin menang, maka ada jendela sempit, dan kita harus bertindak sekarang.” Channel 13 mengutip Dermer mengatakan.

Meskipun Biden sebelumnya berselisih dengan perdana menteri Israel atas kesepakatan nuklir Iran dan pembangunan permukiman tetapi dia juga membual sebagai teman pribadi Netanyahu.

Terlepas dari keinginan Biden untuk menyelesaikan konflik di balik pintu tertutup, prospek pemilihannya pada bulan November memicu kekhawatiran di antara hak Israel. Para pendukung pencaplokan Tepi Barat berupaya bergerak cepat sebelum pemilihan berlangsung.

Presiden Donald Trump, yang oleh Netanyahu disebut sebagai sahabat Israel yang pernah dimiliki di Gedung Putih, mendukung pencaplokan sebagian besar wilayah Tepi Barat dan Lembah Jordan yang strategis dalam sebuah rencana yang dirilis awal tahun ini.

Apa yang diklaim sebagai Kesepakatan Abad Ini, dibuat tanpa konsultasi dengan negosiator Palestina dan ketentuan untuk aneksasinya bertemu dengan kecaman yang meluas dari komunitas internasional.

Pakta antara Netanyahu dan mantan saingannya Benny Gantz untuk membentuk administrasi persatuan, memungkinkan pemerintah Israel untuk mulai menganeksasi wilayah Palestina pada 1 Juli mendatang. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here