Memprihatinkan, 10.000 Petugas Kesehatan Iran Terinfeksi Virus Corona

Kasus Corona di Iran meningkat

Indonesiainside.id, Teheran – Sekitar 10.000 pekerja kesehatan Iran dilaporkan terinfeksi virus corona, kantor berita semi-resmi ILNA mengutip Wakil Menteri Kesehatan Qassem Janbabaei, namun tidak menjelaskan lebih lanjut terkait informasi itu, Kamis (21/5).
Iran bergulat dengan wabah paling mematikan di Timur Tengah, dengan setidaknya 7.249 kematian di antara lebih dari 129.000 kasus yang dikonfirmasi oleh juru bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour.

Laporan-laporan awal pekan ini menyebutkan jumlah pekerja kesehatan yang terinfeksi hanya 800 orang. Iran mengatakan lebih dari 100 pekerja itu telah meninggal. Sebelumnya pada hari Kamis, Menteri Kesehatan Saeed Namaki meminta warga Iran untuk menghindari bepergian selama liburan hari raya Idul Fitri akhir bulan ini untuk menghindari risiko gelombang baru infeksi virus corona, lapor TV pemerintah.

Warga Iran biasanya melakukan perjalanan ke berbagai kota di seluruh negara itu untuk menandai akhir bulan suci Ramadhan, sesuatu yang dikatakan Namaki dapat menyebabkan warga mengabaikan aturan sosial untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

“Saya mendesak Anda untuk tidak melakukan perjalanan selama Idul Fitri. Jelas, perjalanan seperti itu rentan infeksi kasus baru. Orang-orang tidak boleh bepergian ke dan dari daerah merah yang berisiko tinggi,” kata Namaki seperti dikutip oleh televisi pemerintah. “Sekitar 90 persen populasi di banyak daerah belum tertular penyakit. Dalam kasus wabah baru, akan sangat sulit bagi saya dan rekan-rekan saya untuk mengendalikannya,” tambahnya.

Sebuah laporan oleh pusat penelitian parlemen menunjukkan bahwa penghitungan sebenarnya dari infeksi dan kematian di Iran mungkin hampir dua kali lipat yang diumumkan oleh kementerian kesehatan. Namun, khawatir bahwa tindakan untuk membatasi kegiatan publik dapat menghancurkan ekonomi yang telah terpukul oleh sanksi AS, pemerintah memutuskan mengurangi sebagian besar pembatasan pada kehidupan normal di akhir April, lansir CNA.

Kasus yang terinfeksi meningkat selama dua minggu terakhir. Namun Presiden Hassan Rouhani mengatakan pada hari Rabu bahwa Iran hampir menghentikan wabah. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here