OKI Desak Komunitas Internasional Cegah Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Bendera OKI

Indonesiainside.id, Jeddah-– Organisasi Kerjasama Islam (OIC) meminta komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah yang mendesak rencana aneksasi Zionis Israel di wilayah Palestina yang dijajah. Israel sebelumnya berencana mencaplok wilayah-wilayah di Tepi Barat yang diduduki.

“Setiap tindakan sepihak yang diambil Israel untuk mencaplok wilayah Arab tidak mencapai proses perdamaian dan tidak konsisten dengan resolusi legitimasi internasional,” kata OKI hari Kamis (21/5) malam.

Organisasi internasional dengan 57 negara Islam itu meminta komunitas internasional, terutama Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan, untuk “mengambil langkah-langkah praktis dan mendesak untuk mencegah implementasi aneksasi kolonial dan melakukan tindakan penyelesaian.” OKI menekankan,  bahwa solusi yang adil dan langgeng untuk perjuangan Palestina akan melalui opsi ‘dua negara’ dan pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Meskipun opsi ini tidak pernah diterima bangsa Palestina sendiri.

Israel diperkirakan akan mencaplok bagian-bagian Tepi Barat pada 1 Juli, sebagaimana disepakati antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz, kepala Partai Biru dan Putih.  Bagaimanapun, rencana itu telah menuai kecaman dan kemarahan internasional.

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional. Karena itu, membangun pemukiman Yahudi di wilayah itu- serta aneksasi yang direncanakan – sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional.

Hari Selasa, Presiden Otoritas Palestina (OP) Mahmoud Abbas mengatakan Palestina mengakhiri semua perjanjian dan kesepahaman yang ditandatangani dengan Israel dan AS, termasuk tentang keamanan.  OP adalah pemerintahan yang dibentuk berdasarkan dukungan AS dan Israel. (CK/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here