Senat AS Loloskan RUU Akuntabilitas Perusahaan Asing, Cina Terancam

Ilustrasi

Indonesiainside.id, Jakarta – Senat Amerika Serikat (AS) meloloskan rancangan undang-undnag (RUU) bidang pasar modal yaitu RUU Akuntabilitas Perusahaan Asing yang digulirkan pada Rabu (20/5) waktu AS. Apabila RUU ini disahkan, maka perusahaan Cina yang melantai di bursa saham AS terancam.

Berdasarkan data America Depository Receipt yang beredar, ada 137 perusahaan Cina yang tercatat di bursa saham AS. Diantara 137 perusahaan tersebut, ada nama perusahaan raksasa dunia asal cina seperti, Alibaba Group Holding Ltd., Baidu Inc, CNOOC, Hutchinson China Mediatech.

RUU tersebut tinggal menunggu kelanjutan dari House of Representatives AS. Kongres AS yang terdiri dari DPR dan Senat ini nantinya akan meloloskan undang-undang yang disepakati oleh Senat, yang kemudian dikirim ke Presiden Donald Trump untuk diratifikasi.

Dua senator yang tercatat menjadi inisiator RUU tersebut, ialah John Kennedy, senator Louisiana dari Partai Republik dan Chris Van Hollen, senator Demokrat dari Maryland.  Dalam pernyataan salah satu senator inisiator, John Kennedy di situs resminya, kennedy.senate.gov,  menjelaskan latar belakang kenapa RUU itu lahir.

Sesuai situs resmi, RUU Akuntabilitas Perusahaan Asing ini mengatur perusahaan asing mana pun yang mendaftar (listing) atau mencatatkan sahamnya di salah satu bursa saham AS, apabila jika perusahaan tersebut gagal mematuhi audit dari Dewan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik (Public Company Accounting Oversight Board/PCAOB) selama 3 tahun berturut-turut.

RUU itu juga akan meminta perusahaan publik untuk mengungkapkan apakah mereka dimiliki atau dikendalikan oleh pemerintah asing. Termasuk pemerintah komunis cina.

Dalam situs itu, Kennedy dan Van Hollen mengatakan, banyak warga AS berinvestasi di bursa saham AS, termasuk membeli saham-saham perusahaan Cina. Mereka membeli saham-saham tersebut untuk keperluan investasi dengan memakai uang tabungan pensiun mereka dan perusahaan yang tidak jujur dalam mengungkapkan keuangannya di bursa membuat investor AS berisiko.

Rancangan Undang-undang ini, tegas akan melindungi kepentingan investor AS. Regulasi memastikan bahwa perusahaan asing yang diperdagangkan di AS tunduk pada persyaratan audit independen, yang sama berlaku bagi perusahaan Amerika lainnya.

Dalam situs itu, Kennedy dan Van Hollen, juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah komunis Cina ternyata menolak mengizinkan Dewan PCAOB untuk memeriksa dan mengaudit perusahaan yang terdaftar di China dan Hong Kong, juga merupakan perusahaan publik di bursa AS.

Sebagai informasi, Dewan PCAOB ini diawasi oleh otoritas bursa AS, Securities and Exchange Commission (SEC). Serta merupakan badan nirlaba yang mengawasi audit semua perusahaan AS, yang ingin mencari dana di pasar saham.

“Perusahaan-perusahaan semacam itu merupakan risiko yang sangat besar bagi para investor Amerika, karena hampir 11 persen dari semua tuntutan hukum di bidang pasar modal pada tahun 2011 diajukan terhadap perusahaan-perusahaan milik China ini, yang dituduh salah menggambarkan diri mereka dalam dokumen keuangan,” tulis penjelasan John Kennedy, dalam situs resminya, dikutip Jumat (22/5).

Menurut dokumen SEC yang beredar, ada 224 perusahaan yang terdaftar di bursa AS  dan berbasis di negara, di mana Dewan PCAOB sulit melakukan inspeksi. Perusahaan-perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar gabungan lebih dari US$ 1,8 triliun. Namun SEC tidak mengungkapkan salah satunya.

Selain itu, dalam 10 tahun terakhir, jumlah perusahaan Cina yang terdaftar di bursa saham AS juga naik signifikan, karena mereka mengambil keuntungan dari gampangnya penarikan modal yang tersedia di pasar Amerika pada zaman Barack Obama menjadi Presiden AS.

“SEC bekerja keras untuk melindungi investor Amerika agar tidak ditipu. Ini sama saja bahwa kita memberi perusahaan-perusahaan China kesempatan mengeksploitasi warga Amerika yang bekerja keras – mereka yang menempatkan uang pensiun dan tabungan mereka di bursa kita,” kata Kennedy.

“Ada banyak pasar saham di seluruh dunia yang terbuka untuk curang, tetapi Amerika tidak bisa menjadi salah satu dari mereka,” imbuh Kennedy. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here