Warga Afghanistan Padati Pasar Tradisional Abaikan Risiko Covid-19

foto : arabnews

Indonesiainside.id, Kabul – Pasar tradisional di Kabul terlihat dipenuhi warga yang datang untuk berbelanja menjelang hari raya Idul Fitri. Saking penuhnya, baik pedagang dan pembeli di pasar itu, tidak bisa menerapkan pedoman keselamatan dari pemerintah, untuk mencegah meningkatnya infeksi virus corona di seluruh negeri.

Pemerintah wilayah Kabul mengumumkan pedoman baru untuk penduduk menjelang Hari Raya Idul Fitri pada hari Jumat (22/5), namun orang-orang mengabaikan permohonan untuk menghormati jarak sosial itu.

Kebanyakan pembeli mengunjungi pasar mencari makanan kering untuk membuat hidangan Idul Fitri tradisional dan pakaian baru untuk menandai kesempatan tersebut. “Hampir dua bulan orang Afghanistan dikarantina dan tentu saja semua orang menderita banyak selama periode ini,” kata Ghulam Hussain, seorang warga Kabul di satu pasar yang sibuk.

Hampir semua barang di pasar, harganya melonjak selama masa lockdown. Dua pasar terbesar di jantung Kabul, sebagian besar pembeli tidak mengenakan masker atau sarung tangan dan tidak mematuhi aturan jarak sosial.

“Saya akui bahwa setiap orang harus mematuhi pedoman kebersihan dan mengikuti saran pemerintah dan dokter, tapi yah mau bagaimana lagi..” kata Abdul Saleem, pembelanja lain.

Afghanistan telah mencatat 9.216 kasus Covid-19, dan 205 kematian sejauh ini, kata kementerian kesehatan. Jumlah kasus terbanyak adalah di Kabul, sebuah kota berpenduduk enam juta orang yang dikurung dengan intensitas yang bervariasi sejak 28 Maret. (aza)

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here