PBB: Korea Selatan dan Korea Utara Bersalah dalam Adu Tembak di Perbatasan

Indonesiainside.id, Seoul – Investigasi PBB terkait insiden adu tembak antara Korea Selatan dan Korea Utara baru-baru ini, menentukan bahwa kedua negara itu melanggar kesepakatan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea pada 1950-1953. Hal ini disampiakan Komando PBB yang dipimpin Amerika Serikat (AS), Selasa (26/5).

Aksi pertempuran yang terjadi pada 3 Mei lalu adalah insiden penembakan pertama di dalam Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) dalam kurun waktu sekitar dua setengah tahun. Tetapi tidak ada korban yang diketahui dari kedua pihak.

DMZ, yang didirikan sebagai penyangga pada akhir Perang Korea, adalah perbatasan de facto yang memisahkan Korea Utara dan Selatan. Secara resmi diawasi bersama oleh Korea Utara dan Komando PBB.

Komando PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tim investigasi khusus multinasional memimpin penyelidikan dengan kerja sama penuh militer Korea Selatan. Dikatakan pihaknya mengundang Korea Utara untuk memberikan informasi mengenai insiden itu tetapi negara itu belum memberikan tanggapan resmi.

Penyelidikan memutuskan bahwa Korea Utara melanggar gencatan senjata dengan melakukan empat kali tembakan, dan Korea Selatan membalas tembakan tersebut, menurut pernyataan itu. Dikatakan juga bahwa investigasi belum dapat menentukan apakah tembakan Korea Utara ditembakkan secara sengaja atau tidak sengaja.
Komando PBB mengatakan syarat-syarat perjanjian gencatan senjata ada untuk meminimalkan risiko insiden seperti pertukaran tembakan.

Pejabat Korea Selatan sebelumnya mengatakan mereka menembakkan tembakan peringatan ke Korea Utara setelah empat peluru yang ditembakkan oleh Korea Utara mengenai salah satu pos jaga garis depan.
DMZ adalah perbatasan dengan pertahanan paling kuat di dunia, karena dibentengi oleh sebuah tambang, pagar kawat berduri, dan pasukan tempur di kedua sisi.

Pertukaran tembakan di dalam DMZ bukanlah hal yang aneh, tetapi tidak ada bentrokan mematikan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir dari Arab News, insiden baru-baru ini terjadi di tengah kebuntuan dalam negosiasi antara pejabat Korea Utara dan AS mengenai program senjata nuklir Korea Utara. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here