Banyak Perempuan Yaman Kehilangan Nyawa Saat Melahirkan

Indonesiainside.id, Sanaa–Banyak perempuan Yaman dilaporkan kehilangan nyawa saat melahirkan. Sementara ribuan lainnya dalam bahaya serius setelah penutupan layanan kesehatan reproduksi di negara miskin itu akibat pemotongan dana PBB.

PBB adalah penyedia utama layanan kesehatan reproduksi di negara yang dilanda perang tersebut. Namun  saat ini harus mengurangi operasinya karena kurangnya dana.

Bulan lalu, Dana Populasi PBB (UNFPA) berhenti menyediakan layanan reproduksi di sebagian besar dari 180 fasilitas yang sebelumnya didukung di Negara Arab, menyebabkan sekitar 320.000 perempuan hamil tanpa perawatan.

Menurut perwakilan UNFPA di Yaman, Nestor Owomuhangi, setidaknya dua perempuan hamil, yang tempat kelahirannya ditutup, kehilangan nyawa mereka saat melahirkan.

“Komplikasinya tidak bisa ditangani di rumah. Mereka harus dihadiri oleh petugas kesehatan yang terampil, katanya. “Jika seorang perempuan hamil tidak memiliki perawatan khusus untuk setidaknya memeriksa tanda-tanda kehamilan berbahaya, itu adalah kekhawatiran kami,” kata Owomuhangi pada Reuters hari Kamis (4/6).

Pernyataan Owomuhangi dibuat setelah Ketua UNFPA Natalia Kanem meminta donor internasional pada konferensi pada hari Selasa untuk menyumbang lebih banyak untuk membiayai operasinya. Ia memperingatkan bahwa perempuan Yaman ‘tidak bisa lagi menunggu.’

Badan PBB mengatakan hanya berhasil mendapatkan 41 persen dari 100,5 juta AS Dolaryang dibutuhkan untuk mendanai operasinya tahun ini.  Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang yang dipimpin Arab Saudi telah merenggut lebih dari 100.000 jiwa sejak awal berdirinya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here