Ketua DPR AS: Platform Media Sosial Ambil Keuntungan dari Misinformasi terkait Covid-19

Kesaksian Laura Cooper sangat ditunggu-tunggu oleh para anggota dewan

Indonesiainside.id, Washington DC – Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi mengatakan bahwa Platform media sosial mengeksploitasi kesehatan penggunanya dengan mengambil untung dari pembiaran misinformasi terkait Covid-19, Selasa (16/6). Dia meminta pengiklan agar secara aktif mencegah pembiaran misinformasi terkait virus corona beredar di platform media sosial.

“Kami perlu mengirim pesan kepada eksekutif media sosial bahwa Anda akan dimintai pertanggungjawaban,” kata Pelosi.

Pelosi mengutip obat palsu Covid-19 dan penipuan terkait kesehatan lainnya sebagai contoh misinformasi yang mengancam jiwa di media sosial. Pelosi berbicara sebagai bagian dari sebuah forum tentang konsekuensi dari kelalaian misinformasi platform digital yang diselenggarakan oleh Institut Data, Demokrasi dan Politik (IDDP) Universitas George Washington.

“Kita berada pada hari perhitungan tentang virus dan kebenaran di zaman informasi yang salah. Dia mempermasalahkan klaim dari eksekutif media sosial, seperti CEO Facebook Mark Zuckerberg, bahwa kebebasan berekspresi harus selalu dilindungi. Zuckerberg mendapat kecaman dari para karyawan di perusahaannya sendiri dalam beberapa pekan terakhir karena menolak mengambil tindakan atas Presiden Donald Trump yang tampaknya mendukung penembakan terhadap para demonstran yang terlibat dalam penjarahan,” tambah Pelosi.

Ini bukan pertama kalinya Pelosi berbicara tentang kekeliruan informasi Covid-19. Bulan lalu, ia mengkritik perintah eksekutif Presiden Donald Trump untuk mencegah sensor online, dengan mengatakan hal itu mendorong perusahaan media sosial untuk mengambil untung dari berita palsu.

Facebook mengatakan bahwa pihaknya berupaya memerangi misinformasi dengan sejumlah langkah, termasuk menghubungkan orang dengan informasi yang dapat dipercaya, dan melarang iklan untuk masker, pembersih tangan, tisu desinfektan, dan alat uji Covid-19.  Dilansir dari laman abcnews.go.com, forum IDDP itu juga menampilkan kesaksian dari dokter dan perawat yang mengatakan bahwa mereka merasa melawan dua virus, yakni Corona dan informasi yang menyesatkan.

Jasmine Weiss, seorang calon Doktor di Yale School of Medicine, memperingatkan tentang dampak pesan media sosial yang tidak akurat pada komunitas kulit hitam dan hispanik. “Saya ingat membaca komentar di media sosial yang mengatakan bahwa orang kulit hitam tidak bisa mendapatkan virus,” katanya kepada forum. (NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here