Mufti Libya Serukan Setiap Muslim Berjuang Melawan ‘Invasi’ Rusia

Tentara Nasional Libya (LNA). Foto: Panjimas

Indonesiainside.id, Tripoli– Mufti Libya pada Rabu (7/6) meminta semua warga Libya untuk bergerak bersama guna melawan “pendudukan” Rusia di negara mereka. Melalui sebuah pernyataan, kantor Mufti Libya mengatakan Rusia telah mulai meningkatkan kekuatannya di sejumlah kota, bandara dan ladang minyak Libya “untuk mengendalikan tanah dan sumber-sumber alam Libya”.

“Setiap Muslim yang mampu harus berjuang melawan tentara bayaran Rusia, di mana pun mereka berada, dan menghindari perdagangan atau transaksi lainnya dengan mereka,” kata pernyataan itu.

Pada Jumat, tentara bayaran dari Kelompok Wagner Rusia dan milisi Janjaweed Sudan memaksa masuk ke ladang minyak Al-Sharara untuk menghentikan ekspor minyak dari ladang tersebut, menurut Perusahaan Minyak Nasional (NOC) Libya.  Ladang minyak Al-Sharara menghasilkan lebih dari 300.000 barel minyak mentah per hari, sekitar sepertiga dari produksi negara kaya minyak itu.

Ladang minyak melanjutkan kegiatan produksinya pada 7 Juni setelah ditangguhkan selama berbulan-bulan yang menyebabkan kerugian miliaran dolar. Libya memiliki cadangan minyak mentah terbesar di Afrika, tetapi produksi dan ekspor terhambat selama sembilan tahun konflik dan kekerasan sejak penggulingan penguasa Muammar Qadhafi 2011.

Libya dirudung perang saudara sejak penggulingan dan pembunuhan terhadap Gaddafi pada 2011.  Pemerintah baru negara itu didirikan pada tahun 2015 berdasarkan perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya untuk penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan jenderal Khalifa Haftar.

PBB mengakui pemerintah Libya yang dipimpin oleh Fayez al-Sarraj sebagai otoritas yang sah negara itu. Sementara Haftar didukung oleh Rusia, Prancis, Mesir, dan Uni Emirat Arab (UEA). (AA/NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here