Dukung AS, Utusan Saudi juga Serukan Perpanjangan Embargo Senjata terhadap Iran

Logo PBB (ilustrasi). Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, New York – Perwakilan Arab Saudi untuk PBB, Abdallah Al-Mouallimi, mendesak Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), agar mempertimbangkan untuk memperpanjang embargo senjata di Iran. Diketahui, embargo itu akan berakhir pada bulan Oktober, tanggal yang ditulis dalam Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB. Resolusi itu mendukung dan membantu mengimplementasikan Rencana Aksi Komprehensif 2015 (JCPOA), yang juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran.

“Memperpanjang larangan itu adalah hal yang benar, dan harus dilakukan dengan hati-hati, dan respons minimum yang dapat diharapkan dari tindakan dan kegiatan komunitas dunia terhadap Iran,” kata Al-Mouallimi.

Komentarnya itu muncul setelah DK diberi penjelasan pada Rabu (1/7) terkait laporan yang mengonfirmasi bahwa rudal jelajah yang digunakan dalam serangan terhadap fasilitas minyak dan bandara di Arab Saudi tahun lalu, berasal dari Iran. Laporan tersebut, yang diterbitkan bulan lalu, menandai pertama kalinya Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres secara terbuka mengakui peran Iran dalam serangan itu.

Dia menambahkan bahwa pola perilaku Iran bertujuan untuk menciptakan anarki di wilayah teluk dan sekitarnya dengan mendukung dan mempromosikan kelompok-kelompok penjahat, apakah itu di Yaman atau Lebanon atau Suriah atau Irak. “Kita hanya bisa membayangkan bagaimana perilaku ini akan berkembang, seandainya larangan senjata dicabut pada Oktober nanti,” jelasnya.

Al-Mouallimi mengatakan serangan baru-baru ini di Teluk Arab menunjukkan bahwa Iran menimbulkan ancaman yang berkelanjutan. “Kami mempertahankan tingkat pengendalian diri yang tinggi dalam menghadapi semua provokasi dan serangan ini, dan kami akan terus melakukan jadi sebanyak mungkin,” tambahnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here