Infeksi Melonjak Dua Kali Lipat, Tepi Barat Kembali Ditutup Mulai Jumat Besok

Kaum Samaria mengikuti upacara tradisional perayaan festival Shavuot di puncak Gunung Gerizim di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, Minggu (28/6). Xinhua/Ayman Nobani

Indonesiainside.id, Ramallah – Otoritas Palestina (PA), pada Rabu (1/7), mengumumkan penguncian selama lima hari di Tepi Barat. Keputusan ini diambil setelah total infeksi virus corona di wilayah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat akibat pelonggaran pembatasan sebelumnya.

“Mulai dari Jumat (3/7) pagi, semua wilayah Tepi Barat akan ditutup untuk jangka waktu lima hari,” kata juru bicara pemerintah, Ibrahim Melhem, seraya menambahkan bahwa apotek, toko roti dan supermarket dikecualikan.

Data terbaru dari kementerian kesehatan Palestina mengatakan bahwa pada Rabu pagi, sebanyak 2.636 orang dites positif Covid-19 dikonfirmasi di Tepi Barat, dibandingkan dengan hanya 1.256 seminggu yang lalu. Pekan lalu, setelah pelonggaran penguncian virus corona pada akhir Mei, Menteri Kesehatan Palestina, Mai Al-Kaila mengumumkan bahwa wilayah itu memasuki gelombang infeksi kedua, dan lebih berbahaya daripada yang pertama.

“Sebagian besar infeksi dapat ditelusuri ke warga Palestina yang bekerja di Israel atau pengunjung Arab Israel yang datang ke Tepi Barat,” kata Kaila, yang dilansir Arab News.

Sementara itu, Israel juga mencatat lonjakan, dengan 25.547 kasus yang dikonfirmasi pada Rabu pagi, naik sekitar 15 persen dari minggu sebelumnya. Keadaan darurat kesehatan masyarakat diberlakukan kembali selama 30 hari sejak awal Juni. Betlehem ditutup mulai Senin pagi setelah lonjakan besar infeksi Covid-19. Kota-kota seperti Hebron dan Nablus juga sudah dikunci. (NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here