Kereta Hantam Bus yang Bawa Puluhan Peziarah, 19 Orang Tewas

Indonesiainside.id, Lahore – Sebuah kereta penumpang menabrak bus yang membawa para peziarah Sikh di sebuah perlintasan kereta api di Pakistan timur, Jumat (3/7). Kecelakaan itu menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai beberapa penumpang lainnya.

Ghazi Salahuddin, Kepala Polisi setempat melaporkan bahwa kecelakaan itu terjadi di Distrik Sheikhupura di provinsi Punjab. Dia menambahkan bahwa korban tewas dan terluka segera dibawa ke rumah sakit terdekat.

Para pejabat mengatakan para peziarah Sikh itu berasal dari kota barat laut Peshawar, dan dalam perjalanan kembali dari kuil Nankana Sahib di Sheikupura.

Asghar Joya, seorang pejabat pemerintah di Sheikhupura, mengatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan, pengemudi bus mencoba untuk menyeberang perlintasan kereta api, dan di saat bersamaan ada kereta api yang mendekat. Namun naas, bus tergelincir dan terjebak di rel. Joya menambahkan bahwa pejabat masih perlu penyelidikan lanjutan.

Seorang warga Sheikhupura, Dilbir Singh, mengatakan bahwa para peziarah akan kembali ke Peshawar ketika kecelakaan itu terjadi. Dia mengatakan bahwa sebelum berangkat ke Peshawar mereka mengunjungi rumah seorang kerabat yang anggota keluarganya baru saja meninggal.

Sementara itu, Presiden Pakistan Arif Ali, dan Perdana Menteri Imran Khan dalam pernyataan terpisah menyatakan kesedihan mendalam atas kecelakaan itu dan memerintahkan pihak berwenang untuk memberikan perawatan terbaik bagi yang terluka.

Komunitas Sikh memiliki beberapa kuil pemuka agama mereka di Pakistan. Salah satunya, pendiri Sikh, Guru Nanak, terletak di Kartarpur Pakistan yang berbatasan dengan India di Punjab. Kuil iitu dibangun setelah dia meninggal pada abad ke-16.

Banyak situs suci Sikh menjadi bagian dari Pakistan, ketika Inggris memecah wilayah itu menjadi India dan Pakistan pada tahun 1947, setelah dua abad pemerintahan kolonial. Hubungan antara negara-negara tetangga yang bermusuhan memburuk tajam setelah India mencabut status semi-otonomi wilayah Kashmir yang disengketakan pada awal Agustus.

Kecelakaan kereta api sering terjadi di Pakistan, terutama karena kurangnya penegakan standar keselamatan, sistem perkeretaapian yang kurang terpelihara, dan kelalaian warga. Pada Februari, sebuah kereta menabrak bus yang membawa penumpang di persimpangan kereta api di distrik Rohri, Pakistan selatan, menewaskan 19 orang dan melukai 28 lainnya.

Sementara November lalu, api yang disebabkan oleh sebuah kompor gas di gerbong restoran, menyapu sebuah kereta di provinsi Punjab timur Pakistan, dan menewaskan 74 orang. Korban pada saat itu mengatakan bahwa butuh hampir 20 menit untuk kereta berhenti di tengah laporan yang bertentangan tentang kondisi rem kereta. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here