Lonjakan Kasus Covid-19, Otoritas Australia Perintahkan Penguncian 9 Apartemen

Angkatan Bersenjata Australia (ADF) saat menangani Covid-19 (https://dailytelegraph.com.au)

Indonesiainside.id, Melbourne–Ribuan orang di penghuni beberapa apartemen di Melbourne telah berada di bawah penguncian atau karantina wilayah setidaknya lima hari mulai hari Sabtu (4/7) ini. Pihak berwenang harus bekerja keras untuk mengendalikan penyebaran wabah Covid-19 di kota terbesar kedua di negara itu.

Menyusul tindakan itu, ratusan polisi dikerahkan untuk memberlakukan perintah karantina (lockdown) di sembilan apartemen perumahan umum. Hal ini dilakukan setelah negara itu mencatat kasus tertinggi  Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir.

Di antara penyumbang utama untuk kasus ini adalah Victoria, yang memiliki 108 kasus baru.  Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews mengatakan ada banyak penduduk di menara apartemen yang berisiko terhadap ancaman Covid-19.

“Beberapa dari mereka yang pulang terlambat hari ini diberitahu bahwa mereka tidak akan bisa meninggalkan rumah selama lima hari ke depan,” katanya dikutip AFP.

Sekelompok 3.000 orang dewasa dan anak-anak di 1.345 unit akan dilarang bepergian dengan alasan apa pun. Namun perdana menteri mengatakan makanan dan persediaan lainnya akan dikirimkan kepada mereka.

Andrews mengatakan “penguncian keras” untuk menara perumahan umum berlaku “pada saat ini”, ketika ia melaporkan 108 kasus baru COVID-19, total harian tertinggi kedua di Victoria.

Dia mengatakan karantina wilayah langsung di utara Melbourne akan menjadi ‘tugas logistik besar-besaran’ yang akan mencakup menyediakan makanan untuk sekitar 3.000 orang dengan sedikitnya 500 polisi pada suatu waktu.

“Prioritas sekarang adalah menemukan setiap kasus di menara agar kami tidak menghadapi lonjakan kasus,” katanya.

Sejak pecahnya kasus Covid-19 di Victoria dimulai minggu lalu, negara telah menerapkan tes dan sanksi.  Sementara itu, dua lingkungan lagi di Melbourne juga telah diminta untuk tetap tinggal di rumah mulai malam malam ini, menambah hampir 300.000 orang yang telah ditahan sejak hari Selasa.

“Kami memiliki cukup bukti untuk mengambil langkah-langkah ini. Itu tidak bisa dianggap enteng,” katanya Daniel Andrews. “Kami sama sekali tidak meremehkan betapa sulitnya hal ini bagi keluarga dan bisnis, khususnya keluarga, yang banyak di antaranya rentan di menara perumahan umum itu, tetapi demi keselamatan dan keselamatan semua warga Victoria, ini adalah pendekatan yang tepat.”

Menara perumahan umum terletak di Flemington dan Melbourne Utara. Dewan Layanan Sosial Victoria mengeluarkan pernyataan media, menggambarkan penguncian perumahan publik sebagai “langkah dramatis” tetapi satu yang sedang dilakukan “untuk melindungi penyewa dan menyelamatkan jiwa”.

“Ini adalah keputusan kesehatan masyarakat, dan kami tidak berselisih dengan itu. Hal terakhir yang kami inginkan adalah Covid merobek-robek gedung-gedung ini, menginfeksi penyewa secara massal,” kata CEO VCOSS Emma King dikutip laman SBS.

Dalam beberapa menit setelah pengumuman perdana menteri, polisi mengeung perumahan, menghalangi pintu masuk.  Andrews mengatakan tanggapan yang lebih khusus terkait penguncian dapat akan diumumkan setelah lima hari lagi setelah hasil tes dikumpulkan.

Melalui penegakan larangan itu, penduduk diizinkan meninggalkan rumah untuk hal-hal penting saja, termasuk untuk kepertuan tugas penting dan untuk pembelian makanan.  Australia berhasil mengatasi dampak dahsyat wabah tersebut dengan mengembalikan sanksi setelah mencatat 8.300 kasus Covid-19 dan 100 kematian dalam populasi 25 juta. (NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here