70 Pekerja Mendadak Sakit, akibat Kebocoran Gas Klorin di Pabrik Petrokimia Iran

kebakaran pipa
kebakaran pipa pertamina di daerah melong (cimahi selatan). Foto: Instagram/polsekbojong

Indonesiainside.id, Teheran – Kantor berita IRNA melaporkan, kebocoran gas klorin di pusat petrokimia Karun di kota Mahshahr di provinsi Khuzestan, di wilayah Iran tenggara, membuat 70 pekerja jatuh sakit, Sabtu (4/7).  Hingga saat ini, sebagian besar pekerja yang terdampak atas kebocoran gas tersebut telah dipulangkan setelah menjalani perawatan medis, lansir Arab News.

Sementara itu, di kota Ahvaz, juga di Khuzestan, pembangkit listrik Zergan dilaporkan terbakar ketika sebuah trafo meledak, Sabtu (4/70. Namun kobaran api itu dapat dikuasai oleh petugas pemadam kebakaran setelah dua jam berjibaku memadamkan api.

Mohammad Hafezi, manajer kesehatan dan keselamatan pembangkit listrik, mengatakan kepada IRNA bahwa penyebab kebakaran sedang diselidiki.  Dua insiden di Khuzestan yang kaya minyak Iran itu terjadi setelah kebakaran dan ledakan juga terjadi di pabrik produksi centrifuge di atas fasilitas pengayaan nuklir Natanz bawah tanah Iran, Kamis (2/7) pagi.

Para pejabat mengatakan penyebab kebakaran di Natanz diketahui oleh para pejabat, tetapi tidak akan segera diriilis, karena alasan keamanan. Sementara Pada Selasa (30/6), sebuah ledakan juga terjadi akibat kebocoran gas di sebuah klinik medis di Teheran utara, dan menewaskan 19 orang. (NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here