Tiru Bashar al Assad, YPG/PKK Intimidasi dan Rekrut Paksa 400 Pemuda di Suriah

Indonesiainside.id, Al-Hasakah– Organisasi teroris YPG/PKK menangkap 400 pemuda dalam sepekan terakhir di provinsi Al-Hasakah, Suriah untuk direkrut ke dalam barisan militer mereka. Kelompok yang dimasukkan pelaku teroris oleh Turki itu masih terus menindas warga sipil yang tinggal di daerah-daerah yang mereka duduki di Suriah.

Mereka menerapkan metode rezim Bashar al Assad untuk mengintimidasi masyarakat dengan kekerasan dan senjata, di sisi lain, mereka juga menggunakan warga sipil untuk rencana serangan-serangan berbahaya mereka. Menurut sumber-sumber lokal, teroris YPG/PKK mengintensifkan kegiatan penahanan pemuda berusia 18-35 di daerah yang mereka duduki.

Dalam hal ini, mereka memperketat patroli mereka untuk menangkap anak muda di Al-Hasakah, timur laut negara itu dan di pedesaan Qamisli, Amuda dan Malikiyya dan Dirbasiya.  Mereka melakukan pengecekan identitas dan usia terhadap pejalan kaki dan kendaraan yang melintasi pos-pos patroli mereka.

Sumber tersebut mengungkapkan para teroris juga menghalangi pemuda yang ingin melarikan diri dengan menjaga ketat pintu masuk dan keluar permukiman di Al-Hasakah. Organisasi teroris menangkap 400 pemuda secara acak di provinsi tersebut hanya dalam seminggu terakhir dan para teroris memaksa para pemuda untuk ikut dalam kegiatan militer organisasi teroris itu.

Organisasi ini menerapkan praktik serupa di provinsi Raqqa dan Deir az Zour yang juga mereka duduki. YPG/PKK memberikan pelatihan senjata kepada warga yang diculik atau ditahan secara paksa serta mencuci otak mereka dengan ideologi mereka, sementara itu mereka juga mengancam mereka yang ingin melarikan diri.

Menculik anak perempuan

selama 1,5 bulan terakhir, organisasi teroris itu ingin memperkuat barisan dengan menculik anak-anak di daerah yang mereka kuasai. Bulan ini, empat anak, dua di antaranya anak perempuan, diculik dan ditahan oleh para teroris.

Bulan lalu, YPG/PKK menculik banyak gadis berusia antara 11 dan 17 tahun, dan memisahkan anak-anak itu dari keluarga mereka.  Para keluarga tidak mengetahui kabar anak-anak mereka, keluarga anak-anak itu berharap pembebasan mereka.

Para teroris mendoktrin anak-anak itu dan memberikan pelatihan senjata kepada mereka. Organisasi teroris itu juga masuk dalam “Laporan Perdagangan Manusia 2020” oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada 26 Juni lalu karena menculik anak-anak untuk mempersenjatai mereka.

Dalam laporannya yang diterbitkan pada 16 Januari, Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa teroris YPG/PKK menggunakan anak-anak sebagai petarung di Suriah. (AA/NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here