Banjir Bandang Disertai Tanah Longsor di Nepal, 23 Tewas dan Ribuan Warga Terlantar

Indonesiainside.id, Katmandu – Hujan lebat selama beberapa hari terakhir, memicu terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Nepal barat, Sabtu (11/7). Sedikitnya 23 orang dinyatakan tewas, dan ribuan warga lainnya terlantar

Administrator Distrik Gyan, Nath Dhakal, menyatakan bahwa sembilan orang tewas dan lebih dari 30 orang hilang di distrik Myagdi, 200 km barat laut ibukota Katmandu, di mana beberapa rumah juga dilaporkan hancur, pada Jumat (10/7).

“Jumlah korban diperkirakan akan bertambah karena tim penyelamat baru saja mencapai lokasi terpencil untuk mencari korban,” kata Dhakal, seraya menambahkan bahwa 50 orang baru saja dibawa ke tempat yang aman menggunakan helikopter.

Baca Juga:  Longsor di Perkebunan Teh, 43 Orang Tewas, Puluhan Lainnya Belum Ditemukan

Sementara itu, Kishore Shrestha, seorang pejabat senior kepolisian, mengumumkan bahwa tujuh orang dinyatakan tewas di distrik Kaski, dan tujuh lainnya tewas di distrik Jajarkot di ujung barat. “Kami mencari delapan orang yang masih hilang,” katanya.

Di dataran selatan yang berbatasan dengan India, sungai Koshi, menyebabkan banjir mematikan di negara bagian Bihar, India timur hampir setiap tahun, dan mengalir di atas tingkat bahaya.

Dilansir Arab News, tanah longsor dan banjir bandang adalah kejadian umum di pegunungan Nepal selama musim hujan Juni-September setiap tahun. (Msh)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here