70 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang di Jepang, Korban Diperkirakan Bertambah

Banjir bandang di jepang.

Indonesiainside.id, Tokyo – Hujan lebat yang mengguyur Jepang dan mencapai rekor menyebabkan 70 orang meninggal, seorang lagi kritis dan 13 orang hilang. Sebagian besar korban tercatat di Provinsi Kumamoto di Kyushu, pulau utama di Jepang barat daya.

Operasi pencarian dan penyelamatan berlanjut pada hari Ahad(12/7) di Kyushu.

Tim penyelamat menggunakan anjing pelacak dan peralatan berat dikerahkan untuk mencari orang-orang yang hilang di sebuah kota di Provinsi Kumamoto. Pencarian itu sebagian besar berpusat di lokasi tanah longsor tempat satu jenazah ditemukan sehari sebelumnya.

Di Provinsi Oita, satu keluarga beranggotakan empat orang dikabarkan hanyut ke sungai pada hari Rabu (08/7) saat tengah menaiki mobil. Salah satunya ditemukan meninggal sekitar 10 kilometer di hilir dari tempat mereka hilang. Tim penyelamat tengah mencari korban lainnya.

Di Provinsi Kumamoto terdapat 63 korban jiwa akibat banjir, sementara enam orang masih belum ditemukan. Satu orang meninggal dan lima hilang di Provinsi Oita, seperti dilansir NHK.

Hujan yang turun berselang-seling di Jepang barat diperkirakan kembali turun deras pada hari Senin (13/7).

Tekanan rendah juga membentuk awan hujan di atas wilayah-wilayah kecil di Jepang timur laut. Hujan lebat diperkirakan turun dalam beberapa jam mendatang.

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan warga di wilayah yang dilanda hujan yang mencapai rekor akan kemungkinan tanah longsor dan banjir karena tanah telah jenuh terisi air dan sejumlah tanggul rusak.

Beberapa sungai di Provinsi Aomori dan Iwate di Jepang timur laut mungkin meluap kapan saja.

Otoritas setempat telah mengeluarkan informasi siaga tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Iwate, Nagano, dan Miyazaki. Wilayah-wilayah ini berisiko sangat tinggi mengalami tanah longsor.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here