Wabah ‘Menginfeksi’ Pangkalan Militer AS di Okinawa, Picu Ketegangan dengan Warga Lokal

Donald Trump memeriksa tentara AS

Indonesiainside.id, Okinawa – Lusinan Marinir Amerika Serikat (AS) terinfeksi virus corona di dua pangkalan militer di pulau Okinawa, Jepang selatan, Sabtu (12/7). Pejabat Okinawa mengkhawatirkan kasus itu memicu wabah besar-besaran, dan mereka menuntut penjelasan dari militer AS.

Pejabat prefektur Okinawa mengatakan mereka hanya bisa mengatakan bahwa puluhan kasus ditemukan baru-baru ini, karena militer AS meminta agar angka pastinya tidak dirilis. Wabah terjadi di Stasiun Udara Korps Marinir Futenma, yang merupakan pusat perselisihan relokasi, dan Kamp Hansen.

Media lokal, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa sekitar 60 prajurit di pangkalan tersebut terinfeksi. “Warga Okinawa terkejut dengan berita yang kami dapatkan (dari militer AS),” kata Gubernur Okinawa, Denny Tamaki pada konferensi pers.

Dia mempertanyakan langkah-langkah pencegahan penyakit yang diambil oleh militer AS, dan memperbarui permintaannya akan transparansi terkait perkembangan terbaru. “Kami meminta militer AS untuk memberikan jumlah kasus sebenarnya, dan perincian lainnya untuk mengatasi kekhawatiran yang meningkat di kalangan penduduk setempat,” kata Tamaki.

Angkatan Laut AS mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pasukan mengambil tindakan perlindungan tambahan untuk mengekang penyebaran virus corona, dan membatasi kegiatan di luar pangkalan. “Langkah-langkahnya adalah untuk melindungi pasukan kami, keluarga kami, dan masyarakat setempat,” kata Angkatan Laut AS dalam pernyataannya, tanpa memberikan perincian tentang infeksi.

Okinawa adalah rumah bagi lebih dari sekitar 50.000 tentara Amerika yang berpangkalan di Jepang, di bawah pakta keamanan bilateral. Sementara penduduk lokal Okinawa sangat peka terhadap masalah-masalah terkait pangkalan AS itu. Banyak warga Okinawa telah lama mengeluh tentang polusi, kebisingan, dan kejahatan yang terkait dengan pangkalan AS tersebut.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here