Para Menteri Luar Negeri Eropa Bertemu untuk Bahas Nasib Hong Kong

Polisi Hong Kong menjinakan massa aksi tolak UU Cina yang baru. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Brussels – Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE) bertemu langsung di Brussels, Senin (13/7), untuk pertama kalinya sejak krisis virus corona merebak. Pertemuan itu akan fokus pada apa yang disebut hukum keamanan kontroversial yang diberlakukan oleh China di Hong Kong.

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell menulis di Twitter bahwa para menteri akan membahas dialog Beograd-Pristina, China dan Hong Kong, hubungan UE dengan Amerika Latin, dan Karibia, Libya.”

Dalam membahas hukum keamanan kontroversial China di Hong Kong, Uni Eropa secara terbuka mengkritik Beijing, dengan Borrell menggambarkan undang-undang itu lebih kejam dari yang diperkirakan.

Dilansir Deutsche Welle (DW), Jerman dan Prancis adalah di antara negara-negara yang menyarankan langkah-langkah tegas terhadap China sebagai tanggapan.

“Saya mendorong kita semua untuk segera membahas konsekuensi apa yang seharusnya, untuk merespons undang-undang itu, untuk hubungan kita dengan Hong Kong dan China,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, kepada media Jerman pada Ahad (12/7).

Menurut koresponden politik DW, Kate Brady, Jerman akan menjadi kunci dalam memutuskan langkah apa yang harus diambil terkait China.

“China adalah mitra dagang terbesar Jerman, dan untuk waktu yang lama strategi Jerman adalah, membangun ikatan ekonomi, untuk membujuk politik otoriter China menjadi negara yang lebih bebas dan demokratis,” kata Brady. “Tapi itu bukan masalahnya sekarang dan mereka melihat seruan untuk mengubah strategi itu dan mengambil sikap yang lebih keras terhadap Beijing.”

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here