Langkah Turki Deportasi Warga Uighur ke China Dipertanyakan

Massa aksi peduli Uighur di depan Kedubes Cina di Jakarta, Jumat (27/12/2019) mengemukakan pendapat dengan cara berbeda beda, diantaranya menggunakan topeng. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Istanbul – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dikritik oleh aktivis hak-hak Muslim Uighur karena terkesan diam atas penindasan warga Uighur oleh komunis China. Bahkan terbaru warga Uighur yang ada di Turki dideportasi ke negara ketiga yang memungkinkan diekstradisi ke China.

“Presiden Turki memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengkritik India terutama terkait komunitas Muslim. Namun, tidak mengatakan apa-apa terhadap China atau tentang penindasan Muslim Uighur,” kata Arslan Hidayat, seorang aktivis hak-hak Uighur yang berbasis di Istanbul, seperti dilansir WION News, Senin(27/7).

Sebuah laporan baru mendokumentasikan cara-cara inovatif yang dilakukan China untuk mengekstradisi Uighur. Pertama-tama keberadaan mereka didentifikasi, kemudian berusaha mengatur agar warga Uighur dikirimkan ke negara ketiga dan dari sana China dengan mudah melakukan ekstradisi untuk menghadapi kamp konsentrasi di Xinjiang.

Media Inggris Telegraph menemukan, beberapa orang Uighur dikirim lebih dulu ke Tajikistan – sebuah negara yang siap tunduk ketika China mengajukan permintaan ekstradisi.

Diceritakan Hidayat, bahwa hingga kini Turki masih menampung populasi Uighur terbesar di luar China. Diperkirakan sekitar 50.000 warga Uighur telah mencari perlindungan di Turki. Mereka berusaha menghindari penindasan Tiongkok, tetapi ‘tangan panjang’ China kini mulai menjangkau mereka.

Arslan Hidayat, mengetahui langsung tentang bagaimana proses ekstradisi ini. Hidayat menggambarkan China melakukan segala daya untuk membawa kembali warga Uighur di luar negeri.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here