Dapat Persetujuan Raja Salman, Sheikh Abdullah Al-Manea Siap Bawakan Khotbah Arafah Besok

Indonesiainside.id, Makkah – Sheikh Abdullah Bin Suleiman Al-Manea, anggota Dewan Cendekiawan Senior dan Penasihat di Kerajaan Saudi, akan menyampaikan khotbah saat para jamaah calon haji melaksanakan wukuf pada Hari Arafah, Kamis (30/7) besok.

Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci menyampaikan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (28/7), bahwa Pengumuman terkait khotbah Arafah tersebut diputuskan berdasarkan persetujuan dari Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdul Azis.

Diketahui, bahwa khotbah pada Hari Arafah memiliki tempat yang besar di hati umat Islam, dan pemerintah Saudi sangat berhati-hati dalam menerjemahkan atau pun menyampaikan khotbah.

Pekan lalu, Syekh Abdul Rahman Al-Sudais, Kepala Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, mengatakan selama media briefing tentang rencana Presidensi untuk musim haji tahun ini, bahwa khotbah akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa, dalam upaya untuk menyampaikan pesan Islam kepada khalayak seluas mungkin.

Sementara itu, sekitar 1.000 jamaah calon haji berkumpul di Lembah Mina di luar Makkah, pada Rabu (29/7), untuk memulai perjalanan spiritual mereka. Dengan jumlah yang terbatas ini, para jamaah memanfaatkan kesempatan untuk melaksanakan semua rangkaian ibadah haji dengan tenang dan nyaman.

Hari Tarwiyah (mengambil air) menandai awal pelaksanaan ibadah haji. Tidak ada ritual besar, sehingga para jamaah akan menghabiskan waktu mereka berdoa dan bertafakkur hingga matahari terbit pada Kamis (30/7) besok.

Dilansir Arab Saudi, Mina, sekitar 7 km arah timur laut dari Masjidil Haram di Kota Makkah, biasanya akan menjadi situs kota tenda terbesar di dunia, yang menampung sekitar 2,5 juta jamaah.

Namun, partisipasi haji tahun ini dibatasi untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona, dan para jamaah dipilih dari warga Saudi atau ekspatriat yang selama beberapa bulan terakhir tinggal di Kerajaan.

Mereka yang dipilih untuk ambil bagian dalam pelaksanaan haji tahun ini diwajibkan untuk menjalani tes virus corona sebelum mereka tiba di Makkah, lakukan pemeriksaan suhu rutin, dan menjalani karantina ketika mereka mulai tiba di Makkah. Selain itu, mereka akan dikarantina lagi setelah melaksanakan semua rangkaian ibadah haji.

Staf kesehatan dan keselamatan dengan disinfektan akan membersihkan area di sekitar Kabah. Namun, otoritas haji menutup Kabah tahun ini, dan jamaah tidak akan diizinkan untuk menyentuhnya, untuk membatasi kemungkinan infeksi.

Otoritas juga mendirikan pusat kesehatan khusus, rumah sakit lapangan, klinik keliling dan menyiagakan ambulans untuk merawat para jamaah. Sementara para jamaah akan diminta untuk selalu mengenakan masker, dan menjaga jarak sosial.

Para jamaah akan diberi perlengkapan kenyamanan yang mencakup cairan disinfektan, masker, sajadah dan ihram, dan kerikil khusus yang sudah disterilkan untuk ritual lontar jumrah nanti.

“Tidak ada masalah terkait keamanan dalam ibadah haji rahun ini, kami lebih banyak fokus untuk melindungi jamaah dari bahaya pandemi,” kata Khalid bin Qarar Al-Harbi, Direktur Keamanan Publik Arab Saudi.

Besok, para peziarah akan melakukan perjalanan ke Arafah untuk mendengarkan khotbah, dalam ritual puncak ibadah haji. Setelah itu, mereka kemudian pergi ke Muzdalifah dan menginap disana, sebelum kembali ke Mina untuk ritual Jamarat. (Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here