Pusat Pengendalian Penyakit Sebut AS Gagal Kenali Ancaman Covid-19 dari Eropa

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS

Indonesiainside.id, Washington—Amerika Serikat (AS) gagal mengenali ancaman virus corona  baru (Covid-19) dari Eropa secara tepat waktu, ujar Robert Redfield, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.  Sejak merebaknya epidemi Covid-19 di AS, negara itu telah melaporkan lebih dari 4,4 juta kasus terkonfirmasi dan lebih dari 150.000 kematian akibat penyakit tersebut.

“Infeksi awal dari Eropa terjadi sebelum kita menyadari apa yang terjadi,” kata Redfield dalam sebuah wawancara dengan ABC News pada Selasa (28/7). “Pada saat kita menyadari ancaman dari Eropa itu dan menutup perjalanan ke Eropa, mungkin sudah dua atau tiga pekan ada 60.000 orang yang kembali setiap harinya dari Eropa,” ujarnya.

Pemerintah AS menutup perjalanan dengan China pada 2 Februari lalu, sementara penerbangan dengan Eropa masih belum terputus hingga 13 Maret, di saat 26 kasus infeksi telah terkonfirmasi di New York City.  Urutan spesimen positif SARS-CoV-2 paling awal di New York City menyerupai yang menyebar di Eropa, ungkap laporan CDC yang dirilis pada pertengahan Juli. (ant/xh/NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here