Islamofobia Meningkat Jelang Idul Adha, Muslim Disalahkan atas Peningkatan Kasus Covid-19 di Inggris

Muslim Inggris (DC)

Indonesiainside.id, London – Muslim Inggris mengungkapkan kekhawatiran mereka, ketika menjadi sasaran tindakan islamofobia oleh sejumlah kelompok tidak bertanggung jawab. Mereka kerap dikambinghitamkan atas meningkatnya infeksi virus corona di Inggris, apalagi menyambut perayaan Idul Adha saat ini.

Wabah baru-baru ini di kota-kota seperti Leicester, Blackburn, Luton dan Oldham, yang memiliki populasi asal Pakistan dan Bangladesh yang tinggi, mengonfirmasi penyebaran virus di daerah-daerah yang paling miskin, tempat dimana komunitas Asia tersebut tinggal.

Seorang politisi lokal dan aktivis inklusi komunitas di Blackburn, Saima Afzal, mengatakan bahwa Covid-19 menyebar dengan cepat di daerah padat penduduk yang memiliki kontak tinggi terlepas dari ras atau agama. “Orang-orang kerap mendengar, Muslim, virus corona, Niqab, kematian, dan Anda akan mulai merasa sedikit cemas karenanya. Orang-orang perlu sedikit lebih empati, berhenti menjadikan ini masalah ras atau masalah agama,” katanya.

Para ahli di Inggris mengatakan, Covid-19 menyebar dengan cepat melalui daerah padat penduduk. Maka mereka yang tinggal di rumah-rumah yang lebih kecil dan padat di kota-kota besar berisiko tinggi terinfeksi virus. Ini ditambah dengan risiko tambahan ketika mempertimbangkan orang Asia Inggris lebih mungkin bekerja dalam pekerjaan seperti perawatan kesehatan atau pengemudi bus dan taksi.

Leicester, sebuah kota dengan 330.000 penduduk di pusat Inggris, masih dalam kondisi kuncian lokal setelah lonjakan kasus awal bulan ini. Beberapa kota lain, seperti Oldham, Rochdale, Northampton, dan Peterborough, berada dalam daftar pantauan otoritas kesehatan Inggris.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here