Seni dan Hasrat, Rahasia Kreatif dari Kaligrafer Kiswa Ka’bah Suci

Shokder mengaku dipengaruhi oleh beberapa kaligrafer, terutama kaligrafer Ottoman (Utsmaniyyah) abad ke-19, Sami Efendi, yang karya-karyanya menonjol pada masanya karena desainnya yang menarik untuk tanda, dekorasi, dan angka vokal. Shokder terkesan saat pertama kali melihat salah satu karya Efendi, menyebutnya sebagai teladan bagi semua kaligrafi. Dia sangat dipengaruhi oleh karyanya.

Setelah mengajar kaligrafi selama beberapa tahun di Masjidil Haram, ia mendaftar di Departemen Pendidikan Seni Universitas Umm Al-Qura pada 1989 untuk mengasah keterampilannya. Dia mengatakan dia mendapat manfaat paling banyak dari Muhammad Hassan Abu Al-Khair, seorang profesor dan seorang kaligrafer terkenal yang dikenal untuk berpartisipasi dalam beberapa kompetisi dan pameran.

“Karya-karya artistik membutuhkan banyak kesabaran dan ketelitian. Misalnya, menulis lima kata menggunakan kaligrafi bisa memakan waktu dua hingga tiga bulan dan terkadang lebih lama,” lanjut Shokder. “Ini adalah pelaksanaan pekerjaan yang membutuhkan waktu lama. Beberapa orang berpikir bahwa karya seni seperti itu yang memiliki tiga kata dapat memakan waktu satu jam tetapi ini tidak benar.”

Menurut Shokder, kaligrafi akan menghabiskan waktu berjam-jam bekerja dan harus menanggung tekanan yang terkait dengan melaksanakan pekerjaan tersebut, untuk mengasah dan menyempurnakan keterampilan dengan bertahun-tahun pelatihan.

Pada 2003, ia ditunjuk sebagai satu-satunya kaligrafer untuk Kiswa, posisi yang dilihat ayahnya dalam mimpi. “Itu adalah salah satu momen paling bahagia dalam hidup saya dan berkat besar dari Tuhan, yang karenanya saya akan selalu berhutang budi. Impian ayah saya menjadi kenyataan,” katanya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here