Amerika Bekukan Aset Grup Paramiliter China Karena Terlibat Penindasan Muslim Uighur di Xinjiang

Kamp penjara bagi Muslim Uighur di Xinjiang. Foto: abc

Indonesiainside.id, Jakarta – Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap kelompok paramiliter China yang diduga memiliki peran besar dalam tindakan pelanggaran HAM serius dan diluar batas perikemanusiaan terhadap Muslim Uighur dan sebagian besar kelompok Muslim lainnya di Xinjiang.

The Xinjiang Production and Construction Corps – dikenal juga dengan nama Bingtuan, menjalankan berbagai kegiatan operasional bisnis seperti kepemilikan properti, institusi pendidikan dan kepemilikan media di wilayah Xinjiang yang sebagian besar dioperasikan oleh etnis Han, China.

Institusi ini yang memiliki aset hingga di Amerika, dinyatakan dibekukan oleh pemerintah Amerika karena dinilai berperan besar membantu pemerintah komunis China (PKC) menindas muslim Uighur, kata Departemen Keuangan seperti dilansir AFP.

“Amerika Serikat berkomitmen untuk menggunakan seluruh kekuatan keuangannya untuk meminta pertanggungjawaban pelanggar HAM di Xinjiang dan di seluruh dunia,” kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan.

Didirikan pada 1950-an di bawah perintah pendiri komunis China Mao Zedong, Korps, yang dikenal secara lokal sebagai Bingtuan, menempatkan tentara yang termobilisasi di lahan-lahan pertanian luas di wilayah Xinjiang.

Berangsur-angsur mereka datang dan menguasai Xinjiang serta menjalankan sejumlah besar lahan pertanian serta bisnis di berbagai bidang seperti real estat, asuransi, plastik dan semen.

Aktivis HAM mengatakan bahwa sekitar satu juta warga Uighur dan warga Turki Xinjiang telah dipenjara di kamp-kamp pencucian otak, sebuah penahanan massal yang menurut para pejabat AS katakan memiliki kesamaan dengan Holocaust.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here