Dokter Ingatkan Duterte, Filipina TKO Lawan Virus Corona

Warga menunggu giliran untuk menjalani tes COVID-19 gratis di kawasan permukiman kumuh di Manila, Filipina, Selasa (28/7/2020). Xinhua/Rouelle Umali

Indonesiainside.id, Manila – Puluhan ribu dokter pada Sabtu (1/8), memperingatkan bahwa Filipina kewalahan dalam perang melawan virus corona. Mereka mendesak Presiden Rodrigo Duterte untuk memperketat penguncian, ketika infeksi kembali melonjak.

Delapan puluh asosiasi medis yang mewakili puluhan ribu dokter menandatangani surat terbuka tersebut, sehari setelah negara itu mencatat rekor harian pada Jumat (31/7), dengan lebih dari 4.000 kasus baru, menambahkan total infeksi menjadi 98.232.

“Petugas kesehatan bersatu dalam menyuarakan sinyal krisis bagi bangsa ini, sistem perawatan kesehatan kita kewalahan,” kata surat itu. “Kami melakukan pertarungan yang kalah melawan Covid-19, dan kami perlu menyusun rencana aksi yang terkonsolidasi dan pasti.”

Dalam surat itu juga dikatakan bahwa semakin banyak petugas kesehatan jatuh sakit atau berhenti dari pekerjaan mereka, sementara beberapa rumah sakit saat ini penuh, dan terpaksa menolak untuk menerima pasien baru.

Namun, dilansir Arab News, pemerintah menyalahkan tingkat kepatuhan warga yang buruk terhadap protokol kesehatan, sebagai penyebab peningkatan tajam infeksi di negara itu.

Filipina memberlakukan salah satu penutupan paling ketat di dunia pada pertengahan Maret lalu, yang menahan orang agar tinggal di rumah, kecuali untuk membeli makanan dan mencari perawatan kesehatan.

Tetapi pemerintah baru-baru ini melonggarkan pembatasan untuk memungkinkan orang kembali bekerja setelah prediksi bahwa ekonomi Filipina akan jatuh ke dalam resesi, dengan jutaan lapangan pekerjaan hilang.

Dalam surat terbuka itu, para dokter mendesak presiden Duterte untuk menempatkan ibu kota Manila dan provinsi-provinsi sekitarnya untuk kembali di-lockdown, hingga 15 Agustus agar memberi waktu bagi negara untuk memperbaiki strategi pengendalian pandemi.

Surat itu juga mengatakan bahwa sistem pelacakan kontak oleh negara gagal total, dan pengaturan transportasi umum serta di tempat kerja, tidak mampu memberikan rasa aman.

Lei Alfonso, seorang pejabat Perhimpunan Dokter Kesehatan Masyarakat Filipina, mengatakan pada konferensi pers pada Sabtu (1/8), bahwa perkembangan tersebut akan mendorong Filipina ke tepi jurang, untuk menjadi episentrum seperti Kota New York di AS.

Sebelumnya, Presiden Duterte pada Kamis (30/7), meminta warga Filipina untuk tetap percaya pada kemampuannya untuk segera menyediakan vaksin yang akan diproduksi oleh China, pendukung utama pemerintahannya.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here