Mabuk-Mabukan dengan Hand Sanitizer, 10 Orang India Tewas

Ilustrasi hand sanitizer. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Mumbai – Setidaknya 10 orang tewas di sebuah desa wilayah negara bagian Andhra Pradesh, India, setelah meminum hand sanitizer berbahan dasar alkohol. Mereka nekat menenggak cairan pencuci tangan itu setelah toko minuman keras di wilayah tersebut ditutup.

Kepala polisi distrik Siddharth Kaushal mengatakan kepada BBC News, Jumat(31/7), sejumlah orang di wilayahnya meninggal setelah mencampur hand sanitizer dengan air dan minuman ringan lainnya.

“Mereka keranjingan alkohol, dan sudah mulai meminum minuman oplosan itu sekitar 10 hari sebelum mereka meninggal,” katanya.

Disebutkannya, bahwa Desa Kurichedu lokasi mereka yang tewas meminum hand sanitizer, telah di-lockdown setelah adanya temuan lonjakan lokal dalam kasus Covid-19. Karena lockdown, toko-toko selain penjual kebutuhan pokok ditutup, termasuk penjual miras.

“Kami sedang menyelidiki apakah sanitizer itu memiliki kandungan racun lainnya,” kata Kaushal kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa kepolisian telah mengirim sampel sanitizer untuk dianalisis kimia. “Ini bukan kematian Covid-19, ini pembunuhan,” ujarnya.

Dikatakannya, beberapa orang yang sangat kecanduan alkohol telah mengonsumsi pembersih tangan yang mengandung alkohol tinggi.

“Minuman beralkohol tidak tersedia karena lockdown, tetapi sanitizer tangan mudah didapat.”imbuhnya.

Pemerintah federal India telah membuka kembali sebagian besar bisnis untuk mencegah kehancuran ekonomi yang parah.

Awal pekan ini diumumkan bahwa institut yoga dan pusat kebugaran akan diizinkan untuk dibuka kembali, dan bahwa pembatasan akan dicabut pada pergerakan barang dan orang.

Namun, banyak negara terus memberlakukan penguncian di wilayah tertentu saat klaster baru virus muncul.

Kasus-kasus corona yang dikonfirmasi di Andhra Pradesh, di India selatan, telah meningkat sembilan kali lipat bulan lalu.

Sementara itu, India telah mencatat lebih dari 55.000 infeksi baru secara nasional selama 24 jam terakhir. Korban tewas naik 779 menjadi lebih dari 35.700 orang.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here