Mantan Presiden Lee Teng-hui Meninggal, Taiwan Kehilangan Bapak Demokrasi

Indonesiainside.id, Taipei – Para pemimpin Taiwan dan masyarakat, memberikan penghormatan kepada mantan Presiden Lee Teng-hui, Sabtu (1/8). Lee dikenal sebagai tokoh yang membawa demokrasi penuh ke Taiwan, dan menimbulkan kemarahan China dalam proses tersebut.

Di antara para tokoh yang memberi penghormatan pada Sabtu, adalah Presiden Taiwan saat ini, Tsai Ing-wen, yang sebelumnya menuliskan ucapan belasungkawa, “Anda akan selamanya mengawasi Taiwan yang demokratis”.

Lee berusaha keras untuk menciptakan identitas demokratis yang terpisah untuk Taiwan, dan membuat marah bukan hanya pemerintah China, yang menganggap pulau itu bagian dari wilayahnya, tetapi juga anggota Partai Nasionalis Tiongkok yang berharap untuk kembali menang di daratan.

Lee membuka jalan terlaksananya pemilihan presiden langsung pertama pada 1996, dan perubahan demokratis lainnya ke pulau yang diperintah sendiri itu.

Rumah Sakit Umum Veteran Taipei mengatakan Lee meninggal pada Kamis (30/7), setelah menderita infeksi, masalah jantung dan kegagalan organ sejak dirawat di rumah sakit pada Februari lalu.

Dilansir Arab News, Lee banyak menimba ilmu di Jepang, berbicara bahasa Jepang dengan lancar, dan berusaha keras untuk mempertahankan ikatan tradisional antara Tokyo dan bekas jajahannya.

Bersama dengan presiden Tsai dan Perdana Menteri Lai Ching-te, Kepala Perwakilan Jepang di Taiwan, Izumi Hiroyasu juga memberikan penghormatan, membacakan sebuah pernyataan bahwa Jepang dan Taiwan sama-sama kehilangan seseorang yang sangat penting bagi satu sama lain.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here