Pasca-Sembuh dari Covid-19, Bolsonaro: “Apa yang Anda takutkan? Orang Mati Setiap Hari, Itulah Hidup”

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Rio De Janeiro – Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada (Jumat (31/7), mendesak warga Brasil untuk berani menghadapi virus corona. Dia mengatakan bahwa semua orang mungkin akan terinfeksi pada akhirnya, dan tidak ada yang perlu ditakutkan.

Bolsonaro, yang baru saja keluar dari karantina virus corona selama tiga minggu, menunjuk kasusnya sendiri sebagai contoh.

“Saya berada dalam kelompok berisiko tinggi,” kata presiden berusia 65 tahun itu kepada wartawan saat kunjungan ke negara bagian selatan Rio Grande do Sul. “Aku tahu aku akan terinfeksi suatu hari nanti, dan saya pikir hampir semua orang di sini juga akan yterinfeksi pada akhirnya. Apa yang kamu takutkan? Hadapilah.”

Pernyataan pemimpin sayap kanan itu seolah berusaha untuk mengecilkan pandemi ini, dimana Brasil saat ini mencatatkan sejarah suram dengan 100.000 orang yang terbunuh oleh virus, yang mana adalah korban tewas tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat (AS).

“Aku menyesali kematian korban Covid. Tetapi orang-orang mati setiap hari, karena banyak hal. Itulah hidup,” kata Bolsonaro dengan santai, yang dilansir Channel News Asia.

Bolsonaro menghadapi kritik atas penanganan pandemi, karena lonjakan kasus di Brasil, dan menjadi negara dengan jumlah kasus dan kematian tertinggi kedua di dunia, masing-masing lebih dari 2,6 juta infeksi dan 92.000 kematian.

Bolsonaro, yang menyamakan Covid-19 dengan “flu kecil”, secara teratur melanggar pedoman jarak sosial, mengunjungi jalan-jalan Brasilia untuk berjabat tangan dan pelukan dengan pendukung tanpa mengenakan masker.

Dia sempat dinyatakan positif terinfeksi virus pada 7 Juli lalu, setelah sebelumnya terserang demam, dan menghabiskan tiga minggu dalam isolasi di istana kepresidenan.

Dalam acara publik pertamanya sejak isolasi, ia menyapa kerumunan pendukung di negara bagian timur laut Piaui, dengan melepaskan masker di depan publik. Dan pada hari yang sama, kantor presiden mengumumkan istrinya dites positif terkena virus.

Bolsonaro juga secara kontroversial mempromosikan obat hydroxychloroquine sebagai pengobatan untuk virus corona , dan mengaku meminumnya sendiri ketika dia terinfeksi, meskipun banyak penelitian menunjukkan bahwa obat tersebut tidak ada manfaatnya terhadap Covid-19. (SD)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here