Pasukan Afghanistan dalam Siaga Tinggi, Pasca-Bentrokan Mematikan dengan Pakistan di Perbatasan

Foto: Azvision

Indonesiainside.id, Kabul – Afghanistan menempatkan pasukannya di dekat perbatasan dengan Pakistan dalam siaga tinggi, menyusul klaim bahwa 15 warga sipil Afghanistan tewas dalam serangan artileri lintas-perbatasan.

Insiden penembakan artileri tersebut terjadi setelah bentrokan antara pasukan keamanan Pakistan dan Afghanistan di persimpangan Chaman-Spin Boldak yang ditutup. Kerumunan warga berkumpul di kedua sisi perbatasan, dan menunggu untuk melintas, ketika pertempuran pecah.

Saksi mata mengatakan bahwa ratusan orang memaksa untuk melintasi perbatasan yang ditutup, yang mengarah ke bentrokan antara pasukan Pakistan dan pengunjuk rasa, serta melebar menjadi bentrokan antara pasukan keamanan Pakistan dan Afghanistan.

Afghanistan mengatakan 15 warga sipil tewas dalam penembakan lintas-perbatasan dari Pakistan, sementara para pejabat Pakistan mengatakan tiga orang tewas dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan Pakistan.

Gubernur Kandahar, Hayatullah Hayat mengatakan bahwa serangan artileri Pakistan di kota perbatasan Spin Boldak menewaskan 15 orang, termasuk satu anak, dan 80 warga lainnya luka-luka.

Kepala Angkatan Darat Afghanistan Yasin Zia mengatakan bahwa dia memerintahkan pasukan untuk sepenuhnya dipersiapkan, mengantisipasi tindakan serupa oleh pasukan Pakistan. “Angkatan udara dan unit-unit khusus dalam status siaga tingkat pertama, untuk membalas jika terjadi provokasi oleh militer Pakistan,” kata Zia.

Sementara itu, Zaka Durrani, seorang asisten komisioner di Chaman, Pakistan, membenarkan terjadinya bentrokan antara kedua negara. “Tidak ada kerusakan di sisi perbatasan Pakistan,” kata Durrani, yang dilansir Arab News.

Persimpangan Chaman-Spin Boldak, tertutup bagi warga selama pandemi virus corona. Direncanakan akan dibuka sebentar pada Rabu (29/7), dan dimaksudkan untuk dibuka kembali pada Kamis (30/7), untuk memungkinkan warga dari kedua negara menyeberang dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha.

Ketika gagal dibuka, kerumunan besar warga berkumpul untuk memprotes, dan pusat karantina dan fasilitas pemerintah Pakistan di persimpangan dibakar.

Setidaknya tiga orang tewas dan 13 lainnya cedera dalam bentrokan berikutnya antara pasukan Pakistan dan anggota komunitas minoritas Pashtun yang menuntut agar mereka diizinkan melintasi persimpangan itu.

Durrani mengatakan bentrokan meletus setelah pengunjuk rasa menyerang kantor-kantor Database Nasional dan Badan Registrasi, serta membuat pusat karantina virus corona terbakar. Namun para pengunjuk rasa mengatakan bahwa mereka diserang oleh pasukan terlebih dahulu.

Durrani menambahkan bahwa komite pemerintah, yang dipimpin oleh menteri dalam negeri Mir Zia Ullah Langove, akan bertemu dengan pengunjuk rasa dan mendesak mereka untuk mengakhiri demonstrasi. (SD)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here