17 Ribu Orang Berunjuk Rasa di Berlin Menolak Pembatasan Covid-19

AP

Indonesiainside.id, Berlin— Sekitar 17.000 orang berkumpul di Berlin pada Sabtu (1/8) menolak aturan jaga jarak sosial yang bertujuan mengendalikan pandemi virus corona. Aksi ini  dibubarkan oleh pihak kepolisian.

Pengunjuk rasa berjalan dari Gerbang Brandenburg yang terkenal melewati Berlin pusat sebelum mengadakan unjuk rasa di sebuah bulevar luas. Polisi kemudian membubarkan unjuk rasa itu, mengatakan penyelenggara tidak bisa menjamin bahwa peraturan keselamatan dan kesehatan dapat dipatuhi.

Pihak kepolisian mengatakan di Twitter bahwa lebih dari 17.000 orang mengikuti aksi unjuk rasa itu. Tuntutan pidana terhadap penyelenggara karena gagal mematuhi peraturan tersebut kemudian diajukan.

Banyak pengunjuk rasa tidak mengenakan masker dan mengabaikan aturan jaga jarak sosial. Beberapa orang meneriaki orang-orang yang mengenakan masker, menyuruh mereka melepasnya. Beberapa plakat yang diusung bertuliskan “Hentikan kegilaan corona”, sementara sejumlah pengunjuk rasa mengenakan kaos dengan tulisan “Corona = berita palsu” tercetak di bagian depan.

“Kenapa kamu memakai masker? … Pemakai masker mati lebih cepat!” teriak seorang pengunjuk rasa pada seorang wartawan Xinhua.

Ada pula sejumlah demonstran yang mengibarkan bendera dari berbagai negara bagian Jerman, dan beberapa kelompok sayap kanan bahkan membawa bendera hitam, putih, dan merah kekaisaran Jerman.  “Kamilah gelombang kedua!” teriak beberapa pengunjuk rasa, merujuk pada gelombang kedua wabah virus corona yang diperingatkan oleh para ilmuwan dan pemerintah.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here