Dokter di India Bunuh Ratusan Sopir Truk dan Taksi, Mayatnya Dijadikan Santapan Buaya

Indonesiainside.id, New Delhi – Penangkapan seorang dokter Ayurvedic (praktisi pengobatan herbal tradisional) membangkitkan ingatan masyarakat India atas aksi kejahatan mengerikan kasus pembunuhan berantai lebih dari 100 orang, dan perdagangan organ ginjal di pasar gelap.

Dokter Devender Sharma yang berusia 62 tahun, menjadi dalang di balik peristiwa mengerikan itu.

Dia menjadi otak di balik menghilangnya banyak pengemudi truk dan taksi dari v dan negara-negara bagian India lainnya.

Kejahatannya termasuk menyediakan transplantasi ginjal di pasar gelap, agen palsu penjualan gas dan juga penjualan kendaraan curian.

Masyarakat terkejut mengetahui bagaimana dokter ini menghabisi para korbannya. Untuk menghilangkan jejak, selepas membunuh para korban dan mengambil ginjalnya, ia kemudian membuang mayat mereka di kanal yang dipenuhi buaya di Uttar Pradesh.

Kepolisian hingga kini masih kesulitan mengungkap jumlah pasti orang yang telah dia bunuh.

Dilaporkan Gulfnews, ketika polisi menangkapnya pada hari Rabu(29/7), Sharma mengatakan susah mengingat berapa orang yang telah dibunuhnya setelah korban ke-50.

Sharma ditangkap setelah departemen kepolisian menerima informasi bahwa ia bersembunyi di kota Baprola, di pinggiran kota Delhi, setelah melanggar bebas bersyarat.

“Sharma tengah menjalani hukuman seumur hidup di Penjara Pusat Jaipur, karena kasus pembunuhan, dan dibebaskan bersyarat selama 20 hari pada bulan Januari tahun ini setelah menghabiskan 16 tahun di penjara. Tetapi, ia melanggar bebas bersyarat dan bersembunyi di beberapa lokasi,” kata Wakil Komisaris Polisi Rakesh Paweriya.

Sharma ditangkap dua kali sebelumnya karena menjalankan bisnis sebagai agen gas palsu di Uttar Pradesh, dan dipenjara atas kejahatan menjalankan transplantasi ginjal ilegal di berbagai negara bagian. Sebelum terungkapnya kasus pembunuhan yang menggegerkan itu.

Menurut sebuah laporan kantor berita media lokal di India, untuk mendapatkan tabung gas, dokter Sharma bersama kaki tangannya menghadang truk pengiriman gas, lalu membunuh pengemudinya. Dia juga memperdaya dan membunuh supir taksi demi kendaraan mereka.

Korban kemudian dibuang mayatnya di daerah terpencil untuk menjadi santapan buaya.

Meskipun Sharma ditangkap karena beberapa kasus pembunuhan antara tahun 2002 dan 2004, ia dihukum hanya dalam tujuh kasus. Kasus pembunuhan itu tetap sulit diungkap secara tuntas karena jejak korban menghilang.

“Istri dan anak-anaknya telah meninggalkannya pada 2004 setelah mereka mengetahui tentang kegiatan kejahatannya itu,” katanya.

Sharma datang ke Delhi dengan status bebas bersyarat. “Dia memulai bisnis properti dan saat ini menangani penjualan Marshal House di Connaught Place ke seorang agen properti di Jaipur dan menikahi seorang janda,’ tambah pejabat kepolisian itu.

Terlalu lama di luar membuatnya terlena dan melanggar masa bebas bersyaratnya.

“Sebelumnya, dia tinggal di rumah seorang temannya di Taman Mohan Delhi dan kemudian pindah ke Baprola, di mana dia menikahi seorang janda. Tim kami menangkapnya setelah kami menerima informasi tentang tempat persembunyiannya,”tambahnya.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here