Miras Oplosan Tewaskan 86 Orang, Polisi Lakukan 100 Penggerebekan dalam 3 Hari dan Tangkap 25 Pemasok

miras oplosan
miras oplosan

Indonesiainside.id, New Delhi – Polisi India pada Ahad (2/8), menggerebek sejumlah desa untuk melakukan penangkapan dan membubarkan kartel minuman keras (miras) oplosan di wilayah itu. Sebelumnya, 86 orang tewas akibat mengonsumsi miras oplosan yang diproduksi secara ilegal di negara bagian Punjab barat laut.

“Kami melakukan penggerebekan di lebih dari 30 tempat hari ini dan kami menahan enam orang lagi,” kata Dhruman H Nimbale, seorang perwira polisi senior di distrik Tarn Taran, Punjab, kepada Arab News.

Nimbale mengatakan kematian pertama terjadi pada Rabu (29/7), tetapi polisi baru diberitahu pada Jumat (31/7), dan kemudian melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah kematian itu terkait miras oplosan yang dikonsumsi korban sebelumnya.  “Polisi Punjab sejauh ini menangkap setidaknya 25 orang dan melakukan lebih dari 100 penggerebekan di tiga distrik, menyita ratusan liter miras dari desa-desa dan tempat makan di pinggir jalan,” tambah Nimbale.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan bahwa beberapa miras oplosan yang disita, mengandung alkohol yang didenaturasi, yang biasanya digunakan dalam industri cat dan perangkat keras. Kematian akibat miras oplosan yang diproduksi secara ilegal, yang dikenal secara lokal sebagai “hooch” atau “miras desa”, adalah kejadian biasa di India. Hal ini dikarenakan banyak warga desa yang tidak mampu membeli minuman beralkohol resmi, sehingga mereka beralih ke miras oplosan yang lebih murah.

Lockdown yang terkait dengan virus corona baru-baru ini juga mempersulit konsumen untuk menikmati minuman beralkohol biasa. Pada Jumat (31/7), 10 pria juga dilaporkan tewas di sebuah negara bagian India selatan, setelah mengonsumsi cairan pembersih yang berasal dari alkohol, karena toko-toko minuman keras setempat tutup. (NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here