17 Hari Setelah Dituduh Lakukan Peretasan, Rusia Umumkan Produksi Massal Vaksin Covid-19

Seorang staf menguji sampel vaksin Covid-19 nonaktif di pabrik produksi vaksin China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) di Beijing. Foto: Xinhua

Indonesiainside.id, Moskow – Rusia mengatakan pada Senin (3/8), bahwa pihaknya menargetkan akan meluncurkan produksi massal vaksin virus corona bulan depan, dan memproduksi jutaan dosis per bulan pada tahun depan.  Negara itu dikabarkan terus maju dengan beberapa prototipe vaksin, dan salah satunya yang disiapkan di Gamaleya institute di Moskow mencapai tahap pengembangan akhir.

“Kami sangat optimistis untuk memulai produksi massal pada September nanti,” kata Menteri Industri Denis Manturov dalam sebuah wawancara yang dirilis oleh kantor berita TASS. “Kami akan dapat memastikan volume produksi beberapa ratus ribu per bulan, dengan peningkatan akhirnya menjadi jutaan dosis pada awal tahun depan,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Mikhail Murashko pada Sabtu (1/8) mengatakan bahwa vaksin Gamaleya sudah menyelesaikan uji klinis, dan dokumen sedang dipersiapkan untuk mendaftarkannya ke negara. “Vaksin lain, yang dikembangkan oleh laboratorium vaksi vektor yang berbasis di Siberia, saat ini sedang menjalani uji klinis, dan dua vaksin lain akan memulai pengujian pada manusia dalam dua bulan ke depan,” kata Murashko, yang dilansir Arab News.

Vaksin Gamaleya adalah apa yang disebut peneliti sebagai vaksin vektor virus, bermakna bahwa vaksin ini menggunakan virus lain untuk membawa pengkodean DNA dari respons imun yang dibutuhkan ke dalam sel.  Vaksin Gamaleya menggunakan adenovirus, teknologi yang mirip dengan prototipe vaksin corona yang dikembangkan oleh China CanSino, yang saat ini dalam tahap uji klinis lanjutan.

Lembaga Gamaleya mendapat kecaman setelah para peneliti dan direktur dikabarkan menyuntikkan diri mereka dengan prototipe vaksin berbulan-bulan yang lalu. Para spesialis mengkritik langkah itu sebagai cara yang tidak lazim, dan terburu-buru dalam memulai uji coba pada manusia.

Para ilmuwan mengatakan bahwa Rusia akan berjuang untuk menyesuaikan vaksin dengan produksi massal karena negara itu kekurangan bahan baku, fasilitas dan pengalaman yang memadai, terutama dengan teknologi canggih seperti vektor virus. Beberapa pejabat Rusia sesumbar bahwa negara itu akan menjadi yang pertama di dunia, yang memproduksi vaksin. Mereka bahkan membandingkannya dengan perlombaan antariksa untuk menghasilkan satelit pertama di era Soviet. (NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here