Akibat Ikut Campur Masalah Hong Kong, China Tangguhkan Perjanjian Ekstradisi dengan Selandia Baru

Indonesiainside.id, Beijing – China akan menunda perjanjian ekstradisi dengan Selandia Baru, sebagai tanggapan terhadap Wellington yang menangguhkan perjanjian ekstradisi yang ada dengan Hong Kong.

Sebelumnya, Selandia Baru pada minggu lalu menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong, dan membuat sejumlah perubahan lain menyusul pengesahan undang-undang keamanan nasional China untuk kota tersebut.

Menteri Luar Negeri Winston Peters kemudian mengatakan bahwa Selandia Baru akan memperlakukan ekspor barang dan teknologi dan militer ke Hong Kong, dengan cara yang sama seperti memperlakukan ekspor tersebut ke China, sebagai bagian dari tinjauan keseluruhan hubungannya dengan Hong Kong.

Nasihat perjalanan untuk warga Selandia Baru di Hong Kong juga diperbarui, dengan alasan bahwa undang-undang keamanan baru meningkatkan risiko penangkapan untuk kegiatan seperti protes, dengan kemungkinan dipindahkan ke daratan China untuk menghadapi hukuman maksimum penjara seumur hidup.

“Pengesahan China atas undang-undang keamanan nasionalnya yang baru mengikis prinsip-prinsip hukum, merongrong kerangka ‘satu negara, dua sistem’ yang menopang status istimewa Hong Kong, dan bertentangan dengan komitmen yang dibuat Tiongkok kepada masyarakat internasional,” kata Peters, yang dilansir Channel News Asia, Senin (2/8)

Selain Selandia Baru, Australia, Kanada dan Inggris juga menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong bulan lalu. Bahkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan mengakhiri perlakuan ekonomi istimewa untuk Hong Kong.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here