Obat Migran Produksi Sanofi Sebabkan Cacat Lahir dan Autisme pada 30.000 Anak sejak 1967

Indonesiainside.id, Paris – Jaksa penuntut Prancis mendakwa raksasa farmasi Sanofi, dengan tuduhan pembunuhan, atas kasus cacat lahir dan sejumlah efek samping lain, yang dikaitkan dengan obat migran produksi perusahaan farmasi tersebut.

Tuduhan tersebut terkait dengan obat valproate, yang dipasarkan sebagai Depakine di antara nama dagang lainnya. Menurut penelitian, valproate menyebabkan cacat lahir pada sekitar 15.000-30.000 anak-anak, yang ibunya meminum obat tersebut saat hamil.

Dilansir Arab News, di pasarkan sejak 1967, obat ini digunakan untuk mengobati epilepsi, migrain, dan gangguan bipolar.

Tetapi penelitian menemukan bahwa ketika wanita hamil mengonsumsi obat tersebut, maka anak-anak yang di dalam kandungan memiliki risiko tinggi, antara 10 hingga 40 persen, menderita cacat bawaan, autisme, dan kesulitan belajar.

Sanofi juga menghadapi dakwaan terpisah atas tuduhan penipuan, yang secara tidak sengaja menyebabkan cedera pada 42 kasus yang diajukan oleh sejumlah keluarga. Tetapi pihak perusahaan menegaskan bahwa sudah memperingatkan otoritas kesehatan tentang risiko obat tersebut pada 1980-an.

Pada Senin (2/8), Sanofi mengonfirmasi sebuah laporan di surat kabar Le Monde, bahwa jaksa sekarang juga menuduh perusahaan melakukan pembunuhan.

Tetapi dalam sebuah pernyataan, pihak Sanofi membantah tuduhan tersebut, dan bersikeras telah memenuhi kewajiban untuk memberikan informasi tentang obat dan efek sampingnya. Perusahaan mengatakan bahwa mereka menentang keabsahan proses ini.

Sanofi mengatakan pihaknya mengajukan tantangan hukum terhadap dakwaan tersebut. Di bawah sistem hukum Prancis, dakwaan tidak secara otomatis menghasilkan persidangan, karena jaksa penuntut dapat memutuskan untuk tidak melanjutkan berdasarkan kurangnya bukti.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here