Selama Pandemi Covid-19 Angka Pembunuhan di AS Melonjak

YUNANI-ATHENA-UNJUK RASA
Seorang pria berada di lokasi unjuk rasa terkait kematian warga Afrika-Amerika, George Floyd, di Athena, Yunani, Rabu (3/6). Xinhua/Marios Lolos

Indonesiainside.id, Washington DC – Selama pandemi Covid-19 angka pembunuhan di kota besar Amerika Serikat (AS) melonjak. Data terbaru Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan angka pembunuhan naik sebesar 24 persen di 50 kota terbesarnya tahun ini.

Angka ini memprihatinkan di tengah situasi pandemi coronavirus, pemangkasan ekonomi, serta kerusuhan nasional terkait ketidakadilan rasial dan kekerasan polisi.

Analisis statistik kejahatan WSJ menunjukkan bahwa total 3.612 kasus pembunuhan terjadi di 50 kota terbesar di AS sepanjang tahun ini.

Sebanyak 36 dari 50 kota yang diteliti mencatat kenaikan dua digit, yang mewakili semua wilayah di negara itu, sebut laporan surat kabar tersebut pada Ahad (2/8).

Insiden penembakan dan kekerasan senjata api juga meningkat, sementara banyak kejahatan dengan kekerasan lainnya seperti perampokan mencatat penurunan, papar laporan itu, seraya menambahkan bahwa angka pembunuhan masih terbilang rendah bila dibandingkan dengan beberapa dasawarsa sebelumnya.

Banyak departemen kepolisian di seluruh negeri mengaitkan hal tersebut dengan meningkatnya gelombang kekerasan geng, di mana kelompok-kelompok rival yang terdiri dari anak-anak muda pelanggar aturan bentrok demi memperebutkan kendali wilayah, yang dalam prosesnya melibatkan penangkapan anggota geng musuh dan warga yang tidak bersalah, tambahnya.

Meski banyak kota terbesar di AS dijalankan oleh Partai Demokrat, laporan itu menyebut bahwa meningkatnya kasus pembunuhan merupakan masalah bipartisan.

Angka pembunuhan juga menunjukkan peningkatan dua digit di kebanyakan kota besar yang dijalankan oleh Partai Republik, termasuk Miami, San Diego, Tulsa, dan Jacksonville, serta di kota-kota yang dijalankan oleh Partai Demokrat dan di dua kota besar yang dijalankan oleh Independen, yakni San Antonio dan Las Vegas, menurut laporan tersebut.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here