Pertama Kali, Terapi Plasma Sembuhkan Pasien Covid-19 Kritis di Nepal

Indonesiainside.id, Kathmandu— Seorang pasien Covid-19 berusia 60 tahun pulih dari kondisi kritis setelah dirawat dengan terapi plasma. Hal ini adalah kasus pertama kalinya di negara Pegunungan Himalaya itu, ungkap seorang dokter yang terlibat dalam perawatannya.

“Pasien yang berada dalam kondisi serius sebelum dirawat dengan terapi plasma itu saat ini hampir sembuh total,” ujar Santa Kumar Das kepada Xinhua pada Senin (3/8).

Das, yang juga koordinator komite penanggulangan Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tribhuvan di Kathmandu, tempat pasien tersebut dirawat, mengatakan mereka sedang menunggu hasil laporan kondisi pasien.  Para dokter merawat pasien itu pada 30 Juli dengan terapi plasma setelah mengambil darah dari seorang pria yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun.

“Sebelum kami merawatnya dengan metode ini, pasien tersebut membutuhkan 80-90 persen oksigen eksternal,” ujar Das. “Ketika kami memeriksa kondisi kesehatan pasien 48 jam setelah terapi plasma dilakukan, kami menemukan bahwa dia hanya membutuhkan 24-28 persen oksigen eksternal.”

Menurut Das, rumah sakitnya menganggap kasus tersebut sebagai kasus yang berhasil, dengan kondisi pasien membaik dan dapat dipulangkan jika teruji negatif virus itu. Terapi plasma bukanlah metode yang diterima secara universal untuk mengobati pasien Covid-19.

Namun, terapi ini sedang digunakan sebagai uji coba di banyak negara. Das menambahkan bahwa 12 rumah sakit di Nepal telah ditunjuk untuk dapat menggunakan terapi plasma dalam mengobati pasien Covid-19.  (ant/xh/NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here