Perusahaan Farmasi AS Uji Coba Fase Ketiga Obat Antibodi Covid-19

Seorang staf menguji sampel vaksin Covid-19 nonaktif di pabrik produksi vaksin China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) di Beijing. Foto: Xinhua

Indonesiainside.id, Jakarta – Perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS), Eli Lilly and Company, mulai uji coba fase ketiga mereka untuk mempelajari apakah salah satu dari pengobatan antibodi Covid-19 eksperimental miliknya dapat mencegah infeksi virus itu pada penghuni dan staf di fasilitas perawatan jangka panjang di AS.

LY-CoV555, antibodi utama hasil dari kolaborasi antara Eli Lilly and Company dan perusahaan bioteknologi Kanada AbCellera, merupakan antibodi penetralisasi SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

Lebih dari 40 persen kematian akibat Covid-19 di AS berkaitan dengan fasilitas perawatan jangka panjang, memunculkan kebutuhan mendesak atas terapi yang dapat mencegah Covid-19 pada populasi yang rentan ini, demikian disampaikan pihak Eli Lilly and Company dalam rilisnya.

Studi yang pertama kali dilakukan ini diperkirakan akan melibatkan hingga 2.400 partisipan yang tinggal atau bekerja di fasilitas yang baru-baru ini melaporkan kasus terkonfirmasi Covid-19 dan yang saat ini berisiko tinggi terpapar virus itu.

Studi tersebut akan mengevaluasi keefektifan dan keamanan LY-CoV555 untuk pencegahan infeksi SARS-CoV-2 dan Covid-19, menguji apakah dosis tunggal LY-CoV555 dapat menurunkan tingkat infeksi SARS-CoV-2 hingga empat pekan, serta komplikasi akibat Covid-19 hingga delapan pekan, papar perusahaan itu.

“Covid-19 memiliki dampak mematikan terhadap penghuni panti wreda,” kata Daniel Skovronsky, Kepala Ilmiah Eli Lilly and Company sekaligus Presiden Lilly Research Laboratories, dalam sebuah pernyataan. “Kami bekerja secepat mungkin untuk membuat obat-obatan yang mungkin dapat menghentikan penyebaran virus itu pada para individu yang rentan ini.” ujarnya. (EP/xh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here