10 Orang Tewas dalam Ledakan di Beirut, TKP Dekan Gudang Bahan Peledak

Ledakan di lebanon diduga bom bunuh diri. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Beirut – Sebuah ledakan besar di dekat pusat Beirut menewaskan sedikitnya 10 orang dan menciptakan goncangan ke penjuru ibu kota Lebanon tersebut. Ledakan tersebut menghancurkan kaca di rumah-rumah penduduk dan menyebabkan balkon apartemen runtuh, kata saksi mata dan sumber-sumber keamanan.

Kantor berita resmi Lebanon NNA dan dua sumber keamanan mengatakan, ledakan diketahui terjadi di daerah pelabuhan kota. Yang mana, lokasi tersebut terdapat gudang-gudang yang menampung bahan peledak. Sumber keamanan ketiga mengatakan terdapat bahan kimia yang disimpan di daerah tersebut.

Rekaman ledakan yang beredar di publik melalui media sosial menunjukkan asap naik dari distrik pelabuhan yang diikuti oleh ledakan besar. Mereka yang merekam apa yang awalnya tampak seperti kobaran api besar kemudian dikejutkan oleh ledakan itu.

Setidaknya 10 jenazah dibawa ke rumah sakit, sumber keamanan dan sumber medis mengatakan kepada Reuters. Tidak segera jelas apa yang menyebabkan kobaran api yang memicu ledakan atau jenis bahan peledak yang ada di gudang itu.

Gubernur pelabuhan Beirut kepada Sky News mengatakan, tim pemadam kebakaran di lokasi tersebut menghilang setelah ledakan. “Saya melihat bola api dan asap mengepul di atas Beirut. Orang-orang berteriak dan berlari, berdarah. Balkon-balkon beterbangan dari bangunan. Kaca di gedung-gedung tinggi hancur dan jatuh ke jalan,” kata seorang saksi mata.

Menteri kesehatan mengatakan kepada Reuters bahwa jumlah korban sangat banyak. TV Al Mayadeen mengatakan ratusan orang terluka.

Seorang saksi mata mengatakan, dia melihat asap abu-abu tebal di dekat area pelabuhan dan kemudian mendengar ledakan serta melihat api dan asap hitam. “Semua jendela di pusat kota hancur dan orang-orang yang berjalan di sekitarnya terluka. Ini adalah kekacauan total,” ungkapnya.

Sementara, Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan, kepada wartawan bahwa tidak jelas penyebabnya, dan bahwa tidak ada indikasi cedera pada personil PBB.

“Kami tidak memiliki informasi tentang apa yang telah terjadi secara tepat, apa yang menyebabkan ini, apakah itu kecelakaan atau tindakan manusia,” kata Farhan.

Pentagon AS mengatakan, “Kami mengetahui ledakan itu dan prihatin dengan kemungkinan hilangnya nyawa karena ledakan sebesar itu.”

Di Siprus, sebuah pulau yang terletak di barat Lebanon, penduduk melaporkan dua ledakan besar terjadi berturut-turut dengan cepat. Salah satu warga di ibu kota Nicosia mengatakan rumahnya berguncang dan daun jendela berderit. (ASF/ANT)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here