Dubes RI untuk Lebanon: Belum Ada Keterangan Resmi Penyebab Ledakan

Ledakan dahsyat di Beirut
Ledakan dahsyat di Beirut. Foto: medsos

Indonesiainside.id, Jakarta – Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Hajriyanto Y Tohari, menyampaikan ledakan sangat besar terjadi di Port of Beirut pada pukul 18.02 Waktu Setempat. Lokasi port berdekatan dengan Downtown Beirut.

“Tingkat kehancuran dan kerusakan properti terjadi dalam radius beberapa kilometer dari pusat ledakan,” kata Hajriyanto dalam keterangannya, Rabu (5/8).

Lebih lanjut, ia mengatakan sejauh ini belum ada keterangan resmi penyebab ledakan. Sumber awal menyampaikan analisa bahwa ledakan terjadi di salah satu hangar besar yang menyimpan bahan-bahan rentan meledak yang disimpan di pelabuhan.

“Ada Informasi juga bahwa ledakan besar tersebut berasal dari bahan sodium nitrat dalam volume besar yang disimpan di Port. Sodium nitrat adalah bahan putih yang digunakan utk pengawet makanan dan bisa meledak apabila terkena api,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyampaikan informadi jumlah korban meninggal mencapai puluhan dan korban luka-luka mencapai ratusan. Berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat.

Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 diantaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa. KBRI telah menyampaikan imbauan melalui WAG dan melalui simpul-simpul WNI.

“Sejauh ini WNI terpantau aman. KBRI telah mengimbau utk segera melapor apabila berada dalam situasi tidak aman,” katanya.

KBRI telah melakukan komunikasi dengan pihak Kepolisian dan meminta laporan segera apabila ada update mengenai WNI dan sepakat akan segera menyampaikan informasi kepada KBRI. “Satu orang WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman,” ujarnya. (ASF)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here