Kawasan Beirut Luluh Lantak, Mayat Bergelimpangan, Rumah Sakit Kewalahan

Suasana pascaledakan di Beirut Lebanon. Foto: Twitter

Indonesiainside.id, Beirut – Awan jamur raksasa terlihat di Beirut, Lebanon, kala ledakan dahsyat meluluhlantakkan bangunan, kendaraan dan berbagai fasilitas di sekitar wilayah pelabuhan ibu kota negara tersebut.

Sedikitnya 78 orang tewas, 4.000 lebih luka dan ratusan orang diantaranya masuk ruang gawat darurat, lansir CNA News, Rabu(5/8).

Para pejabat Lebanon menduga bahan-bahan kimia peledak tinggi yang disimpan di gudang selama enam tahun menjadi biang bencana tersebut.

Presiden Michel Aoun mentweet bahwa “pemerintahnya tidak dapat menerima” kejadian itu bahwa 2.750 ton amonium nitrat disimpan secara tidak aman.

Investigasi sedang dilakukan untuk menemukan penyebab ledakan. Dewan Pertahanan Tertinggi Libanon mengatakan mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi “hukuman maksimum” yang mungkin ditimpakan.

Media lokal mengatakan bahwa Rumah sakit kewalahan dan banyak bangunan hancur.

Presiden Aoun mengumumkan masa berkabung tiga hari, dan mengatakan pemerintah akan mengeluarkan 100 miliar lira (USD66 juta) dana darurat.

Seorang jurnalis BBC di tempat kejadian melaporkan banyak mayat bergelimpangan dan mengalami kerusakan parah. Hal ini belum lagi mereka yang tertimpa reruntuhan bangunan.

Perdana Menteri Hassan Diab menyebutnya sebagai malapetaka dan mengatakan mereka yang bertanggungjawab harus dikejar dan dihukum berat.

Media lokal melaporkan orang-orang yang terjebak di bawah puing-puing. Seorang saksi mata menggambarkan ledakan pertama itu memekakkan telinga, dan rekaman video menunjukkan mobil yang rusak dan bangunan yang hancur akibat ledakan.

“Semua bangunan di sekitar sini runtuh. Saya berjalan melalui kaca dan puing-puing di mana-mana, dalam kegelapan,” seorang saksi mata di dekat pelabuhan mengatakan kepada AFP.

Kesaksian awal menyebutkan ledakan terdengar hingga 80 kilometer namun temuan terbaru menunjukkan ledakan terdengar hingga 240 kilometer hingga di pulau Siprus di Mediterania timur.

Ledakan itu terjadi pada saat kondisi domestik di Lebanon tidak kondusif, selain pandemi Covid-19, negeri itu sedang dilanda krisis ekonomi yang memicu perselisihan.

Ketegangan tinggi juga terjadi menjelang putusan pada Jumat nanti dalam persidangan atas pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafik Hariri pada 2005.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here