PM Lebanon: Yang Bertanggung Jawab atas Bencana di Beirut akan Membayar Perbuatan Mereka

Perdana Menteri Libanon Hassan Diab.

Indonesiainside.id, Beirut – Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab berjanji bahwa mereka yang bertanggung jawab atas ledakan mematikan di pelabuhan Beirut, akan dimintai pertanggungjawaban setegas-tegasnya. Sejauh ini, ledakan tersebut dilaporkan menewaskan 78 orang dan melukai 4.000 lainnya.

“Apa yang terjadi hari ini tidak akan berlalu tanpa pertanggungjawaban,” kata Diab dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Selasa (4/8). “Mereka yang bertanggung jawab atas bencana ini akan membayar perbuatan mereka.”

Penyebab pasti ledakan yang dirasakan di seluruh ibukota itu belum dipastikan, tetapi para pejabat mengatakan bahwa insiden itu dikaitkan dengan bahan peledak yang disita dan disimpan di gudang di pelabuhan selama bertahun-tahun.

Perdana menteri juga menyerukan bantuan internasional untuk membantu Lebanon, yang saat ini berjuang melawan krisis ekonomi terburuk, dan ditambah serangan wabah virus corona yang terus melonjak.

“Saya mengirim permohonan mendesak ke semua negara sahabat dan saudara yang cinta Lebanon, untuk berdiri di sisinya dan membantu kami mengobati luka yang dalam ini,” kata Diab, yang pemerintahnya memperoleh kepercayaan pada sejak Februari lalu setelah pengunjuk rasa memaksa Perdana Menteri sebelumnya, Saad Hariri mengundurkan diri.

Dalam video yang beredar di media sosial, ledakan pada Selasa (4/8) itu, tampak menghancurkan banyak bagian pelabuhan, merusak gedung-gedung di ibukota dan menimbulkan awan jamur raksasa ke langit.

Zeina Khodr dari Al Jazeera, melaporkan dari Beirut, mengatakan bahwa ledakan itu menyebabkan kekacauan di jalanan. “Kekuatannya sangat besar, dan menghancurkan bangunan, kaca di mana-mana, dan banyak memakan korban,” katanya.

Sejumlah Rumah sakit di Beirut dengan cepat memenuhi kapasitas, meminta pasokan darah dan generator pembangkit, agar listrik mereka tetap menyala.

Lebanon, negara Mediterania timur yang berpenduduk enam juta orang itu, berada dalam pergolakan krisis ekonomi yang menghancurkan sektor bisnis, membuat puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan, dan menyebabkan mata uang negara itu terdegradasi secara dramatis. Kesulitan-kesulitan tersebut semakin meningkat setelah datangnya pandemi virus corona. (ASF)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here