Kepala Polisi Malaysia Bantah Investigasi atas Al Jazeera untuk Bungkam Kebebasan Pers

Al Jazeera Kuala Lumpur Malaysia.

Indonesiainside.id, Kuala Lumpur – Kepala polisi Malaysia bersikeras bahwa penyelidikan atas laporan berita Al Jazeera, dilakukan secara professional, dan membantah kekhawatiran tentang memburuknya kebebasan media di negara itu.

Pihak berwenang menginvestigasi Al Jazeera, terkait program jaringan berita, yang berjudul “Dikurung dalam Lockdown Malaysia”. Pemerintah Malaysia dikabarkan marah oleh pemberitaan tersebut, yang mengulas terkait perlakuan buruk terhadap pekerja migran di Malaysia selama pandemi virus corona.

Para pejabat pada Selasa (4/8), menggerebek Kantor Al Jazeera di Kuala Lumpur, dan menyita dua computer. Tindakan itu memicu kemarahan dari Al Jazeera dan kelompok-kelompok hak asasi manusia, dan menambah kekhawatiran tentang independensi media di Malaysia.

Tetapi Inspektur Jenderal Polisi negara itu, Abdul Hamid Bador pada Rabu (5/8), mengatakan bahwa invenstigasi yang digelar polisi dan pejabat kementerian komunikasi dilakukan dengan sangat profesional.

Abdul Hamid menambahkan bahwa staf Al Jazeera sudah diberitahu sebelumnya tentang rencana kepolisian untuk menggelar penyelidikan di sana. “Mereka bahkan ditanya perangkat mana yang digunakan. Mereka bekerja sama,” katanya.

Investigasi dilakukan setelah tujuh jurnalis Al Jazeera diinterogasi oleh polisi bulan lalu sehubungan dengan laporan berita tersebut. Abdul Hamid mengatakan penyelidikan akan segera selesai, setelah itu jaksa agung akan memutuskan apakah akan mengajukan tuntutan.

Tetapi pemerintah bersikeras laporan Al Jazeera, yang berfokus pada dugaan perlakuan buruk terhadap para migran ketika mereka ditahan selama penguncian virus corona pada Mei lalu, merusak citra negara tersebut. Pihak berwenang mengatakan penahanan itu perlu untuk melindungi masyarakat dari virus.

Al Jazeera sedang diperiksa karena dugaan penghasutan, pencemaran nama baik dan mentransmisikan konten ofensif. Tetapi pihak Al Jazeera membantah semua tuduhan, dan bersikeras bahwa pelaporan berita itu tidak memihak.

Abdul Hamid menambahkan bahwa penyelidikan atas Al Jazeera akan sangat transparan. Dia kembali menegaskan bahwa wartawan di Malaysia masih bebas untuk melakukan pekerjaan mereka. Namun dia juga mendesak media internasional untuk bertanggung jawab, untuk tidak menulis pemberitaan yang tidak akurat. (SD)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here