Tiga Negara Ratifikasi Perjanjian Nuklir

Ilustrasi. RomoloTavani/iStock

Indonesiainside.id, Jakarta – Tiga negara lagi meratifikasi Pakta PBB bagi Pelarangan Senjata Nuklir. Hal ini berarti hanya tinggal tujuh negara yang belum meratifikasi dari 50 negara yang diperlukan guna menerapkan pakta tersebut.

Irlandia, Nigeria, dan negara kepulauan kecil Niue menyerahkan dokumen ratifikasi pada Kamis (6/8) sekaligus menandai 75 tahun serangan bom atom Amerika Serikat (AS) terhadap Hiroshima di Jepang.

Deputi Perwakilan Tetap Irlandia untuk PBB Brian Flynn mengatakan meningkatnya persaingan geopolitik antara negara-negara dengan senjata nuklir dapat menaikkan risiko penggunaan senjata nuklir hingga ke tingkat yang tidak bisa diterima, baik secara sengaja maupun salah perhitungan dalam perancangan.

Deputi Perwakilan Tetap Nigeria untuk PBB Samson Itegboje mengatakan pemerintah harus mengalokasikan sumber daya langkanya ke program-program yang melindungi kesehatan masyarakat dan bukan untuk senjata nuklir.

Kepala Kampanye Internasional untuk Pemusnahan Senjata Nuklir (ICAN) Beatrice Fihn menyampaikan kepada NHK dirinya berharap pakta tersebut akan mendapatkan dukungan dari 50 negara. Ia juga mengatakan ICAN akan meningkatkan seruan kepada lebih banyak negara guna meratifikasi perjanjian itu.

Pakta tersebut diberlakukan di PBB pada 2017 yang terdiri dari satu set larangan komprehensif terhadap partisipasi dalam aktivitas apapun terkait senjata nuklir, termasuk pengembangan dan penggunaannya. Pakta itu memandang semua penggunaan senjata nuklir berlawanan dengan prinsip dan aturan hukum kemanusiaan internasional.(EP/NHK)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here