Tunda Bertemu Presiden Lebanon, Macron Langsung ke Lokasi Ledakan Setiba di Beirut

Presiden Perancis Emanuel Macron.

Indonesiainside.id, Beirut – Presiden Prancis Emmanuel Macron berdiri di antara reruntuhan pelabuhan Beirut yang hancur, Kamis (6/8). Dalam kesempatan itu, Macron mengeluarkan peringatan keras kepada para pemimpin politik Lebanon, dengan mengatakan bahwa bantuan tidak akan dikirim ke tangan-tangan yang korup.

“Lebanon membutuhkan perubahan politik,” kata pemimpin Prancis itu dalam kunjungan satu harinya pada Kamis. Macron menambahkan bahwa dia tidak di sini untuk mendukung rezim atau pemerintah.

Macron mengatur kunjungannya ke lokasi ledakan setibanya di bandara Beirut. Dia mengatakan bahwa kunjungan pertemuannya dengan pejabat Lebanon hanya untuk menunjukkan kesopanan saja. Macron juga menegaskan bahwa krisis Lebanon adalah masalah moral dan politik.

Setibanya di lokasi, Macron dikerumuni oleh sejumlah besar warga saat berkeliling di jalan-jalan yang hancur di dekat pelabuhan Beirut. Dia mendengarkan keluhan dan tangisan dari orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat ledakan besar dua hari lalu yang menewaskan lebih dari 150 orang dan melukai lebih dari 5.000 lainnya.

Orang-orang di lokasi ledakan menjadi sedih dan larut dalam keprihatinan, ketika seorang wanita menangis, dan memohon kepada Macron dalam bahasa Prancis. “Tolong kami, Tuan Presiden,” kata wanita itu. “Orang-orang ingin menggulingkan rezim.”

Sementara massa lain merespons dengan meneriakkan, “Gulingkan Hizbullah.”

Dihadapan oleh seorang wanita muda yang mengkritiknya karena bertemu dengan pejabat korup, Macron melepas masker wajahnya dan menegaskan komitmennya kepada wanita itu. “Saya dapat menjamin bahwa bantuan ini tidak akan diberikan ke tangan para koruptor, dan Lebanon yang merdeka akan bangkit kembali,” tegas Macron, sambil memegang tangan wanita yang meminta bantuannya itu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here