Tunda Bertemu Presiden Lebanon, Macron Langsung ke Lokasi Ledakan Setiba di Beirut

Macron menjanjikan bantuan Prancis tanpa syarat. “Kami akan mengatur bantuan internasional sehingga secara langsung menjangkau rakyat Lebanon di bawah pengawasan PBB. Saya di sini untuk meluncurkan inisiatif politik baru. Saya akan mengusulkan dekade politik baru selama pertemuan, dan saya akan kembali pada 1 September untuk menindaklanjutinya,” ujarnya.

“Saya memahami kemarahan rakyat Lebanon terhadap kelas penguasa, dan kemarahan ini disebabkan oleh korupsi. Ledakan ini adalah akibat dari pengabaian, dan saya akan membantu Anda mengubah banyak hal,” tambahnya.

Mengabaikan pengawalnya, Macron merubah jadwalnya untuk berjalan di sekitar lokasi bekas ledakan yang hancur, dan menyempatkan melambai ke orang-orang yang berdiri di sisa-sisa balkon untuk memberi hormat kepada pemimpin Prancis itu.

Ketika orang banyak mendesak maju untuk menyuarakan keprihatinan mereka, pemimpin Prancis menunda pertemuannya dengan Presiden Lebanon Michel Aoun selama lebih dari 30 menit.

“Presiden Prancis mengunjungi orang Lebanon, di mana pejabat kami? Mengapa mereka tidak datang ke sini seperti presiden Prancis?” tanya seorang pria muda setelah Macron pergi.

Macron adalah pemimpin asing pertama yang tiba di Lebanon setelah bencana ledakan mematikan pada Selasa (4/8). Presiden Prancis bersikeras untuk memeriksa daerah yang hancur akibat ledakan sebelum mengambil bagian dalam pertemuan politik apa pun. Setibanya di ibu kota, dia men-tweet: “Lebanon tidak sendiri.”

Dengan negara yang menghadapi krisis ekonomi, krisis mata uang dan sekarang ancaman kekurangan pangan, ledakan besar-besaran ini membuat orang-orang Lebanon terpana dan bahkan lebih takut akan masa depan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here