Warga Khawatir dengan Temuan hampir 700 Ton Amonium Nitrat di Pelabuhan India

Ilustrasi. Foto: BUMN.

Indonesiainside.id, New Delhi – Hampir 700 ton amonium nitrat dilaporkan tertahan di pelabuhan India sejak 2015. Diketahui, ammonium nitrat adalah zat yang menyebabkan ledakan dahsyat di Lebanon pada Selasa (4/8) lalu.

Paling tidak 153 orang tewas dan lebih dari 5.000 orang terluka ketika 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan selama bertahun-tahun di pelabuhan Beirut meledak dan mengirimkan gelombang kehancuran yang dahsyat.

Setelah inside di Lebanon tersebut, Otoritas India segera memerintahkan peninjauan terhadap semua bahan yang berpotensi berbahaya di pelabuhannya, dan diberi tahu tentang 690 ton amonium nitrat yang ditemukan di Chennai, India selatan.

Tiga puluh tujuh kontainer bahan kimia tersebut diimpor dari Korea Selatan pada 2015 oleh sebuah perusahaan India untuk digunakan dalam pembuatan pupuk tetapi disita setelah bahan tersebut ditemukan berkadar bahan peledak.

Departemen pabean setempat pada Kamis (6/8), berusaha menenangkan publik dengan mengatakan bahwa bahan kimia tersebut tidak menimbulkan bahaya, dan bahwa proses lelang untuk menjualnya sedang berlangsung.

“Bahan kimia yang disita, disimpan dengan aman, dan pihak keamanan pelabuhan sudah memastikan hal itu ke publik, karena mempertimbangkan sifat berbahaya dari bahan tersebut,” kata sebuah pernyataan.

Dilansir Arab News, bencana industri bukan hal langka yang terjadi di India. Pada Mei lalu, gas stirena bocor dari sebuah pabrik di India selatan, dan menewaskan 15 orang. Pada 1984, metil isosianat beracun juga bocor dari pabrik pestisida di Bhopal, menewaskan 3.500 orang, dan ribuan lainnya meninggal di tahun-tahun setelahnya akibat penyakit yang ditimbulkan. Ini adalah salah satu bencana industri terburuk dalam sejarah India.

Amonium nitrat adalah garam kristal tak berbau yang menjadi penyebab berbagai ledakan industri selama beberapa dekade. Ketika dikombinasikan dengan bahan bakar minyak, maka akan menciptakan bahan peledak kuat yang banyak digunakan dalam industri konstruksi. Namun sering juga disalahgunakan menjadi bom, seperti yang terjadi dalam serangan di Kota Oklahoma pada 1995.

Banyak negara Uni Eropa membutuhkan amonium nitrat untuk dicampur dengan kalsium karbonat untuk membuat senyawa yang lebih aman. (SD)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here